Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Purbaya Terima Keluhan Netizen, Soroti Dominasi Asing di Marketplace
Ilustrasi aplikasi TikTok (unsplash.com/Solen Feyissa)
  • Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti dominasi asing di marketplace Indonesia setelah menerima banyak keluhan netizen saat siaran langsung di TikTok bersama anaknya.
  • Ia menilai kepemilikan mayoritas asing pada platform seperti Tokopedia bisa mengalihkan pasar domestik ke luar negeri dan berencana memperkuat peran pelaku usaha lokal.
  • Data 2024 menunjukkan nilai transaksi e-commerce mencapai hingga 75 miliar dolar AS, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sekitar 19 persen pada periode 2027–2029.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan keresahan publik soal dominasi asing di sektor marketplace, usai berinteraksi langsung dengan netizen melalui siaran TikTok.

Ia mengaku sempat melakukan siaran langsung di TikTok bersama anaknya. Dalam kesempatan itu, ia menerima berbagai keluhan dari masyarakat, terutama terkait kondisi marketplace di Indonesia.

"Lumayan tuh, ada banyak keluhan-keluhan yang untuk marketplace, katanya dikuasai (china) semua ya," tegas Purbaya saat ditemui di Ditjen Pajak, Sabtu (21/3/2026).

1. Menkeu Purbaya ingin perkuat pasar domestik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan).

Ia mencontohkan Tokopedia yang meskipun berasal dari Indonesia, kini mayoritas sahamnya telah dimiliki oleh perusahaan asing.

Saat ini sekitar 75 persen saham Tokopedia dimiliki oleh ByteDance, induk perusahaan TikTok. Sementara sisanya sekitar 25 persen masih dipegang PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Purbaya menilai, jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka digitalisasi justru berpotensi mengalihkan pasar domestik ke luar negeri.

“Kalau seperti itu, digitalisasi seolah-olah memberikan pasar kita langsung ke luar,” katanya.

2. Cari strategi kembangkan perusahaan domestik bisa bersaing

ilustrasi transaksi di e commerce (pexels.com/PhotoMIX Company)

Selain itu, ia juga menyinggung ekspansi TikTok ke sektor e-commerce yang dinilai semakin memperketat persaingan di pasar domestik.

Purbaya mengaku saat ini tengah memikirkan langkah untuk memperkuat kembali peran pelaku usaha dalam negeri, termasuk mencari potensi perusahaan domestik yang bisa dikembangkan untuk menyaingi dominasi asing.

“Saya sedang memikirkan, apakah ada perusahaan dalam negeri yang bisa dihidupkan kembali agar bisa menjadi kompetitor di pasar domestik, khususnya di sektor marketplace,” jelasnya.

3. Rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) diperkirakan mencapai 19 persen pada periode 2027–2029

ilustrasi berbelanja lewat ecommerce (unsplash.com/shoper)

Data (Payments and Commerce Market Intelligence) pada 2024 mencatat nilai transaksi e-commerce mencapai 46 miliar dolar AS hingga 75 miliar dolar AS di sektor ritel.

Adopsi e-commerce dinilai semakin pesat, didorong oleh berbagai faktor, mulai dari festival belanja online seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), ekspansi dompet digital, hingga pengenalan beragam fitur baru.

Ke depan, pertumbuhan e-commerce di Indonesia diproyeksikan tetap tinggi. Rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) diperkirakan mencapai 19 perse pada periode 2027–2029. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan infrastruktur digital, inovasi sistem pembayaran, serta meningkatnya kepercayaan konsumen.

Editorial Team