Ilustrasi QRIS (bi.go.id)
Perry menambahkan, konektivitas ini diharapkan dapat mendorong peningkatan transaksi Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China, yang saat ini tercatat mencapai sekitar 18 miliar dolar AS.
Per April 2026, layanan QRIS antarnegara (cross-border) telah beroperasi di sejumlah negara, yakni Thailand (sejak Agustus 2022), Malaysia (Mei 2023), Singapura (November 2023), Jepang (Agustus 2025), serta Korea Selatan (April 2026), dan kini diperluas ke China.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Rakyat China (RRC) untuk Indonesia, Wang Lutong, menilai berbagai reformasi dan pengembangan sistem pembayaran di Indonesia di bawah kepemimpinan Gubernur BI merupakan langkah progresif dalam menghadapi transformasi sektor keuangan global.
“Kita hidup di dunia yang berubah sangat cepat, dan sektor perbankan juga tengah bertransisi. Kita perlu beradaptasi dengan inovasi, kecerdasan buatan, dan digitalisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperluas partisipasi dan akseptasi dengan melibatkan lebih banyak bank serta lembaga pembayaran.
“Kami sangat antusias dengan peluang kerja sama ke depan,” katanya.