Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (Dok.IDN Times)
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (Dok.IDN Times)

Intinya sih...

  • Thomas menempuh pendidikan di Amerika Serikat, meraih gelar Sarjana Studi Sejarah dari Haverford College dan gelar Master di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies.

  • Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024, terlibat dalam pengelolaan negara, pembiayaan APBN, pengendalian defisit, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

  • Thomas terpilih jadi Deputi Gubernur BI periode 2026-2031 setelah mengundurkan diri dari jabatan Bendahara Umum Partai Gerindra

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesThomas Djiwandono merupakan figur yang tak asing dalam lingkar kebijakan ekonomi nasional. Thomas M Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.

Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga ekonom ternama. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998. Latar belakang keluarga tersebut menjadi salah satu fondasi awal bagi Thomas dalam menekuni bidang ekonomi dan keuangan. Meski demikian, perjalanan karier profesionalnya ditempuh melalui proses panjang dan berjenjang, seiring pengalaman yang dibangun di berbagai institusi.

Berikut rekam jejak Thomas Djiwandono.

1. Jenjang pendidikan Thomas

Bendahara Umum (Bendum) Partai Gerindra, Thomas Djiwandono (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Thomas menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, salah satunya di SMP Kanisius, Menteng. Pendidikan tinggi ia lanjutkan di Amerika Serikat. Ia meraih gelar Sarjana Studi Sejarah (Bachelor of Arts in History) dari Haverford College, Pennsylvania, pada 1994.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington DC, dan meraih gelar Master pada 2003.

2. Terpilih dan dilantik jadi Wamenkeu pada 18 Juli 2024

Wakil Menteri Keuangan 2, Thomas Djiwandono (tengah) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Karier Thomas di pemerintahan mencapai titik penting ketika ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan dilantik oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada 18 Juli 2024. Dalam posisi tersebut, ia terlibat langsung dalam pengelolaan, negara, termasuk pembiayaan APBN, pengendalian defisit, serta upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Sebagai Wamenkeu, Thomas kerap menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Ia memandang bahwa koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia merupakan kunci menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi

3. Resmi terpilih jadi Deputi Gubernur BI periode 2026-2031

potret Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur BI terpilih (IDN Times/Triyan Pangastuti)

Selain berkarier di pemerintahan, Thomas juga memiliki pengalaman panjang di ranah politik. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra selama kurang lebih 17 tahun. Jabatan tersebut membuatnya memiliki pengalaman manajerial dan organisasi yang

Namun, menjelang pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas menegaskan telah mengundurkan diri dari jabatan Bendahara Umum Gerindra sejak Maret 2025. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai bagian dari regenerasi serta komitmen menjaga independensi dan profesionalisme, terutama dalam konteks bank sentral.

Pada Januari 2026, Thomas mengikuti fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di Komisi XI DPR RI. Dalam uji tersebut, ia memaparkan visi penguatan stabilitas moneter, pendalaman pasar keuangan, serta penguatan sinergi kebijakan fiskal–moneter. Dalam hasil tes tersebut, Thomas dinyatkan terilih jadi Deputi Gubernur BI periode 2026-2031.

Editorial Team