Jakarta, IDN Times - Unilever resmi mengumumkan langkah besar dengan menggabungkan divisi makanannya bersama produsen rempah asal Amerika Serikat (AS), McCormick & Compan ,pada Selasa (31/3/2026). Penggabungan ini melahirkan perusahaan baru dengan nilai investasi mencapai 65 miliar dolar AS (Rp1,1 kuadriliun), yang diprediksi akan mendominasi pasar bahan makanan di seluruh dunia.
Namun, langkah bisnis ini langsung disambut dengan gelombang protes dari puluhan ribu karyawan Unilever di wilayah Eropa. Dewan pekerja mengancam akan melakukan aksi mogok kerja massal karena khawatir proses penggabungan perusahaan ini akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran demi menghemat biaya operasional.
