Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rosan Beberkan Alasan Luke WN Australia Jadi Direktur BUMN Eskpor
CEO Danantara, Rosan Roeslani dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Rosan Roeslani menjelaskan penunjukan Luke Thomas Mahony, WN Australia, sebagai Direktur DSI karena rekam jejak kuat di industri mineral dan pengalaman luas di perusahaan multinasional seperti Vale.
  • Luke tercatat sebagai satu-satunya direktur DSI berdasarkan data AHU, sementara posisi komisaris diisi Harold Jonathan Dharma Tjiptadjaja, eks Direktur Mandiri Sekuritas yang kini berkarier di Danantara.
  • Saat ini DSI masih berstatus swasta nasional, namun Rosan memastikan perusahaan tersebut akan segera dialihkan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam waktu dekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, membeberkan alasan menunjuk Luke Thomas Mahony yang merupakan warga negara (WN) Australia sebagai Direktur PT Dananatara Sumebrdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, Luke memiliki rekam jejak yang baik.

"Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga, pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia pun bisa Bahasa Indonesia juga," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).

"Memang istrinya orang Indonesia tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral, jadi dan networking-nya juga baik dan yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik," sambungnya.

1. Luke juga pernah menjadi Direktur Vale

Mantan Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Mahony. (dok. Vale Indonesia)

Berdasarkan dokumen profil perusahaan DSI yang tercantum dalam Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, perusahaan itu hanya memiliki satu orang Direktur, yakni Luke Thomas Mahony.

Luke adalah warga negara asing (WNA), tepatnya Warga Negara Australia. Dia pernah menjabat sebagai Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

2. DSI juga gunya Komisaris eks Direktur Mandiri Sekuritas

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Cikini, Jakarta Pusat (Jakpus). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

DSI juga mempunyai satu orang komisaris, yakni Harold Jonathan Dharma Tjiptadjaja.

Harold sebelumnya menjabat sebagai Senior Director of Strategic Unit at Danantara Indonesia sejak Mei 2025. Sebelum bergabung Danantara, dia menjabat sebagai Direktur Mandiri Sekuritas sejak Februari 2020.

3. DSI masih berstatus swasta, tapi bakal diubah jadi BUMN

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Saat ini, DSI masih berstatus perusahaan swasta nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan DSI akan menjadi BUMN.

"Nah, kemudian memang ini tentunya akan dilakukan oleh BUMN, ini segera akan menjadi BUMN,” tutur Rosan dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta.

Editorial Team