Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Anjlok Imbas Panasnya Ancaman Militer Trump ke Iran
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah ke level Rp17.105 per dolar AS akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran investor.
  • Ancaman militer Presiden Donald Trump terhadap Iran serta gagalnya jalur diplomasi membuat harga minyak dunia melonjak dan menambah tekanan pada pasar keuangan global.
  • Analis memperkirakan rupiah masih berisiko melemah pada perdagangan berikutnya, dengan kisaran pergerakan di antara Rp17.100 hingga Rp17.150 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 April 2026

Rupiah melemah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan, mencapai Rp17.105 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat ancaman militer Presiden AS Donald Trump terhadap Iran menjelang tenggat waktu pembukaan kembali Selat Hormuz.

8 April 2026

Rupiah diproyeksikan masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.150 per dolar AS menurut analisis pasar.

kini

Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran serta kenaikan harga minyak dunia terus menekan nilai tukar rupiah dan meningkatkan kekhawatiran inflasi di pasar keuangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat, ditutup di level Rp17.105 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa, turun 70 poin atau 0,41 persen dari penutupan sebelumnya.
  • Who?
    Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sikap investor global yang waspada terhadap ancaman militer Presiden AS Donald Trump kepada Iran serta komentar pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi.
  • Where?
    Pergerakan nilai tukar rupiah terjadi di pasar valuta asing domestik Indonesia dengan acuan data perdagangan dari Bloomberg.
  • When?
    Perdagangan berlangsung pada Selasa, 6 April 2026, dengan proyeksi pergerakan lanjutan untuk Rabu, 8 April 2026.
  • Why?
    Kekhawatiran atas potensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor mencari aset aman, sementara jalur diplomasi yang buntu turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.
  • How?
    Tegangan geopolitik meningkatkan premi risiko dan menekan mata uang negara berkembang; rupiah bergerak fluktuatif dalam kisaran Rp17.046 hingga Rp17.119 per dolar AS sepanjang hari perdagangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini uang rupiah jadi lemah sekali dibanding uang dolar Amerika. Katanya karena Pak Trump marah sama Iran dan bilang bisa serang kalau Iran nggak nurut. Orang-orang jadi takut perang dan harga minyak naik. Sekarang banyak orang jaga-jaga, dan rupiah bisa turun lagi besok katanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun rupiah melemah, artikel ini menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar masih berada dalam rentang yang relatif terkendali di tengah gejolak geopolitik global. Data perdagangan harian yang terpantau jelas mencerminkan transparansi pasar dan kewaspadaan pelaku usaha terhadap risiko eksternal, menandakan sistem keuangan domestik tetap berfungsi dengan baik menghadapi tekanan eksternal sementara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau loyo, melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (6/4/2026). Rupiah sore ini parkir di level Rp17.105 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 70 poin atau 0,41 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.035 per dolar AS. Rupiah sempat tertekan hingga 75 poin dengan rentang perdagangan harian di kisaran Rp17.046 hingga Rp17.119 per dolar AS.

1. Deadline Trump ke Iran bikin investor cari aman

Para pelaku pasar kini dalam posisi waspada menghadapi potensi pecahnya perang di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Terganggunya lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan energi dan meningkatkan premi risiko, yakni biaya tambahan yang harus dibayar investor akibat tingginya ketidakpastian di seluruh pasar minyak.

Trump menegaskan kembali tenggat waktu hari Selasa tersebut bersifat tegas. Dia memperingatkan jika Iran tidak patuh, AS dapat melancarkan serangan terhadap berbagai infrastruktur penting, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.

"Ia juga mengatakan Iran dapat disingkirkan dengan cepat, menggarisbawahi meningkatnya risiko eskalasi yang lebih luas " kata Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi.

2. Jalur diplomasi buntu kerek harga minyak dunia

Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dilaporkan mulai goyah setelah Iran menolak proposal yang didukung oleh AS. Proposal tersebut sebenarnya menguraikan rencana gencatan senjata selama 45 hari serta pembukaan kembali selat secara bertahap.

"Bersamaan dengan negosiasi yang lebih luas tentang pencabutan sanksi dan rekonstruksi," ujar Ibrahim.

Namun, Iran menolak tawaran tersebut dan justru menuntut penghentian permusuhan secara permanen, jaminan yang mengikat agar tidak ada serangan di masa depan hingga kompensasi atas kerusakan perang.

Konfrontasi tersebut telah mengganggu aliran energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran inflasi bagi para investor.

3. Rupiah masih berisiko terperosok pada Rabu

Jika melihat kinerja sejak awal tahun, rupiah mencatatkan pelemahan 2,55 persen. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau 52 minggu, nilai tukar mata uang Garuda bergerak fluktuatif di rentang Rp16.079 hingga Rp17.119 per dolar AS.

Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan Rabu (8/4/2026), rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di rentang antara Rp17.100 hingga Rp17.150 per dolar AS.

Editorial Team