Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan meningkatkan intervensi di pasar obligasi guna membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan pelemahan nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Purbaya mengatakan pemerintah sebenarnya sudah masuk ke pasar obligasi sejak pekan lalu. Namun, intervensi yang dilakukan saat itu masih dalam jumlah terbatas. Mulai hari ini, pemerintah akan melakukan intervensi yang lebih besar agar pergerakan pasar obligasi tetap terkendali.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga investor asing agar tidak melepas kepemilikan obligasi akibat kekhawatiran terhadap potensi kerugian dari penurunan harga obligasi. Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat membantu menopang pergerakan rupiah.
"Hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," kata dia di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).
