Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.983 per Dolar AS
Kurs rupiah terhadap dolar (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
  • Rupiah dibuka menguat ke Rp16.983 per dolar AS, naik 58 poin atau 0,34 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Mayoritas mata uang Asia turut menguat, menunjukkan tren positif di kawasan dengan ringgit Malaysia dan won Korea memimpin penguatan.
  • Sentimen positif datang dari harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah serta kepastian pemerintah menjaga stabilitas harga energi domestik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan, Rabu (1/4/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp16.983 per dolar AS.

Rupiah tercatat menguat 58 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Mayoritas mata uang di Asia menguat

Selain rupiah, mata uang di Asia lainnya juga bergerak menguat. Berikut rinciannya:

  • Ringgit Malaysia menguat 0,35 persen

  • Yuan China menguat 0,16 persen

  • Pesso Filipina menguat 0,56 persen

  • Won Korea menguat 0,61 persen

  • Dolar Taiwan menguat 0,45 persen

  • Dolar Singapura menguat 0,12 persen

  • Yen Jepang menguat 0,01 persen

2. Rupiah diproyeksikan menguat hari ini

Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini seiring membaiknya sentimen pasar global.

Menurut dia, penguatan mata uang Garuda didorong oleh perubahan sikap pelaku pasar menjadi lebih berani mengambil risiko (risk on), menyusul meningkatnya harapan de-eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

3. Sentimen positif dari domestik dan eksternal

Sentimen lainnya berasal dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang menyebutkan militer Amerika Serikat akan segera meninggalkan kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik geopolitik yang selama ini menekan pasar keuangan global.

Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari konferensi pers pemerintah yang menegaskan stabilitas harga energi, khususnya memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengalami kenaikan di tengah gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak global.

“Ada hal positif yakni terkait pernyataan Trump soal militer AS akan segera meninggalkan Timur Tengah,” ujar Lukman.

Dengan perkembangan tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak menguat dalam kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Editorial Team