Sentimen lainnya berasal dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang menyebutkan militer Amerika Serikat akan segera meninggalkan kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini dinilai mampu meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik geopolitik yang selama ini menekan pasar keuangan global.
Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari konferensi pers pemerintah yang menegaskan stabilitas harga energi, khususnya memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengalami kenaikan di tengah gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak global.
“Ada hal positif yakni terkait pernyataan Trump soal militer AS akan segera meninggalkan Timur Tengah,” ujar Lukman.
Dengan perkembangan tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak menguat dalam kisaran Rp16.900 hingga Rp17.050 per dolar AS.