Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebut, nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia. Menurutnya, rupiah berada dalam kondisi undervalued dan berpeluang menguat signifikan.
Purbaya bahkan meyakini rupiah dapat menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Hal itu dinilainya bukan sesuatu yang sulit, apabila pengelolaan nilai tukar dilakukan secara optimal oleh otoritas moneter.
Ia menyebut nilai wajar rupiah seharusnya berada di kisaran asumsi APBN 2026, yakni sekitar Rp16.500 per dolar AS, dengan potensi penguatan lebih lanjut.
“Saya pikir saat ini rupiah menuju Rp15.000 per dolar AS itu tidak akan terlalu sulit. Saya memang tidak bisa berbicara mewakili bank sentral, tetapi jika saya berada di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai, mengingat mata uang regional juga sedang menguat,” ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2/2026).
