Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rupiah (IDN Times/Umi Kalsum)
ilustrasi rupiah (IDN Times/Umi Kalsum)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs mata uang rupiah kembali melemah atas mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan, Selasa (12/7/2022).

Dilansir Bloomberg, kurs mata uang Garuda dibuka melemah 14,5 poin ke level Rp14.989 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

1. Sentimen The Fed lagi-lagi jadi biang kerok melemanya rupiah

Pengamat keuangan, Ariston Tjendra, mengatakan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini dengan sentimen the Fed yang makin menguat dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi meninggi.

"Pasar berekspektasi besar bahwa Bank Sentral AS akan kembali menaikan suku bunga acuannya di bulan Juli ini sebesar 75 bp dan di bulan September 50 bp. Tekanan inflasi yang masih tinggi dan situasi ketenagakerjaan yang membaik di AS mendorong ekspektasi tersebut," ujar Ariston saat dikonfirmasi oleh IDN Times, Selasa (12/7/2022).

Lebih lanjut, data inflasi konsumen AS bulan Juni yang akan dirilis hari Kamis pekan ini diekspektasikan akan mencetak rekor tertinggi baru dalam 49 tahun, yakni sebesar 8,8 persen. Agresivitas the Fed dalam menaikan suku bunga ini melebihi bank sentral lainnya mendorong penguatan dolar AS.

2. Faktor internal melemahnya rupiah

Selain itu, meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan resesi mendorong pelaku pasar masuk ke aset aman dolar AS sehingga dolar AS semakin menguat. Dunia dihadapkan pada kenaikan harga energi dan pangan akibat perang yang menyebabkan harga barang konsumsi naik. Ini bakal mengikis daya beli masyarakat dan akhirnya menekan pertumbuhan ekonomi.

"Di Indonesia sendiri, inflasi terus menaik meski negara sudah memberikan subsidi energi yang besar. Lama kelamaan, masyarakat bisa mengurangi konsumsi yang bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi dalam negeri," kata Arsiton.

3. Prediksi rupiah sore nanti

Ariston memprediksikan jika rupiah pada penutupan perdagangan sore nanti akan kembali melemah. Pada penutupan periode sebelumnya rupiah ditutup pada level Rp14.975.

"Potensi pelemahan ke arah Rp15.050, dengan support di kisaran Rp14.970," ucapnya.

Editorial Team