Pengamat keuangan, Ariston Tjendra, mengatakan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS hari ini dengan sentimen the Fed yang makin menguat dan kekhawatiran pasar terhadap inflasi meninggi.
"Pasar berekspektasi besar bahwa Bank Sentral AS akan kembali menaikan suku bunga acuannya di bulan Juli ini sebesar 75 bp dan di bulan September 50 bp. Tekanan inflasi yang masih tinggi dan situasi ketenagakerjaan yang membaik di AS mendorong ekspektasi tersebut," ujar Ariston saat dikonfirmasi oleh IDN Times, Selasa (12/7/2022).
Lebih lanjut, data inflasi konsumen AS bulan Juni yang akan dirilis hari Kamis pekan ini diekspektasikan akan mencetak rekor tertinggi baru dalam 49 tahun, yakni sebesar 8,8 persen. Agresivitas the Fed dalam menaikan suku bunga ini melebihi bank sentral lainnya mendorong penguatan dolar AS.