Jakarta, IDN Times - Nilai tukar (kurs) rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan dan mencapai lebih dari Rp17.000 per dolar AS sampai hari ini. Publik pun kemudian banyak yang menyamakan kondisi tersebut dengan momen krisis moneter 1997-1998.
Meski begitu, Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, kondisi saat ini tidak bisa disamakan dengan momen krisis 18 tahun silam. Ada beberapa indikator yang membuat pelemahan rupiah saat ini dan pada krisis 98 berbeda.
"Kami sampaikan bahwa kondisi fundamental kita dari sisi utang luar negeri pemerintah, lalu juga dari sisi bagaimana level dari cadangan devisa, ini jauh berbeda kondisinya semuanya, sehingga kita tidak bisa membandingkan sekalipun sama level 17 ribu dan kita menyamakan dengan kondisi saat ini dengan pada saat krisis moneter 1998," kata Josua dalam media briefing di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
