Jakarta, IDN Times – Ekonom menyoroti efektivitas intervensi Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan Rupiah. Hingga penutupan perdagangan hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp17.380 per dolar AS, hanya menguat tipis dibandingkan kemarin yang sempat melemah hingga Rp17.400 per dolar AS.
Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menekankan intervensi rupiah di Indonesia cenderung mahal. Langkah Intervensi dilakukan di pasar offshore NDF, spot, dan DNDF domestik, serta memperluas operasi moneter valas.
“Pertanyaannya sekarang adalah, berapa besar likuiditas BI yang tersedia untuk melakukan intervensi? Karena intervensi yang mahal harus dilakukan dengan perhitungan yang sangat hati-hati,” ujarnya.
Bila mengacu data ergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan, Rabu (6/5/2026) ke level Rp17.387 per dolar AS per dolar AS. Rupiah tercatat menguat 36,50 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
