Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.387 per Dolar AS

Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.387 per Dolar AS
ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup menguat tipis ke level Rp17.387 per dolar AS, naik 36,50 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Seluruh mata uang Asia turut menguat terhadap dolar AS, termasuk baht Thailand, ringgit Malaysia, yuan China, dan won Korea.
  • Analis menilai penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan pemerintah serta optimisme pasar atas potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan, Rabu (6/5/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp17.387 per dolar AS per dolar AS.

Rupiah tercatat menguat 36,50 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Semua mata uang di Asia menguat

Lebih rinci, rupiah tidak menguat sendirian karena semua mata uang di kawasan Asia ikut menguat terhadap dolar AS, beberapa di antaranya:

  • Bath Thailand menguat 0,66 persen
  • Ringgit Malaysia menguat 0,34 persen 
  • Yuan China menguat 0,20 persen
  • Rupee India menguat 0,28 persen
  • Pesso Filipina menguat 0,39 persen
  • Won Korea menguat 0,98 persen
  • Dolar Taiwan menguat 0,44 persen
  • Dolar Singapura menguat 0,35 persen

2. Pemerintah dan BI harus aktif kasih pernyataan terkait kondisi rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan penguatan rupiah juga tergantung pada peran aktif pemerintah dan Bank Indonesia dalam memberikan sinyal yang menenangkan pasar.

“Diharapkan pemerintah dan Gubernur BI terus aktif memberikan pernyataan untuk meredam kekhawatiran pasar,” ujar Lukman.

3. Rupiah berpotensi menguat seiring optimisme kesepakatan damai AS-Iran

Di sisi lain, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS, seiring melemahnya greenback akibat meningkatnya optimisme pasar terkait kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran. Apalagi, Presiden Donald Trump mengisyaratkan adanya “kemajuan besar” menuju kesepakatan akhir dengan Teheran, yang mendorong sentimen positif di pasar mata uang.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh meningkatnya harapan akan kesepakatan perdamaian AS-Iran setelah Trump mengisyaratkan "kemajuan besar" menuju kesepakatan akhir dengan Teheran," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More