Di tengah ketegangan global, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sebagai perbandingan, pada kuartal IV-2025, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp6.187,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan senilai Rp3.447,7 triliun.
Konsumsi masyarakat tetap menjadi penopang utama pertumbuhan pada periode ini, yang didorong oleh mobilitas penduduk saat libur nasional dan hari besar keagamaan, yakni Nyepi dan Idulfitri.
Selain itu, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi, pemberian stimulus seperti diskon transportasi dan THR (gaji ke-14), serta penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) di level 4,75 persen.