Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Melemah, Tembus Level Rp17.400 per Dolar AS Pagi Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.405 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa pagi, melanjutkan tren pelemahan dari hari sebelumnya.
  • Investor menunggu rilis data PDB kuartal I-2026 Indonesia di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang memengaruhi pergerakan rupiah.
  • Meskipun neraca dagang masih surplus, kontraksi PMI Manufaktur dan sentimen global membuat rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.350–Rp17.450 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pagi ini uang rupiah jadi lemah lagi kalau dibanding sama dolar Amerika. Sekarang satu dolar harganya kira-kira tujuh belas ribu empat ratus rupiah. Kata orang pintar, ini bisa karena ada masalah di Timur Tengah dan orang-orang masih nunggu kabar ekonomi Indonesia. Mereka bilang nilainya mungkin naik turun sedikit hari ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun rupiah melemah tipis terhadap dolar AS, artikel ini menunjukkan bahwa pelemahan tersebut diperkirakan bersifat terbatas dan masih dalam kisaran yang terkendali. Kondisi ini mencerminkan stabilitas pasar di tengah ketegangan global, sementara surplus neraca perdagangan selama 19 bulan berturut-turut menandakan daya tahan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan pelemahan dalam mengawali perdagangan Selasa pagi (5/5/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, mata uang Garuda bergerak melemah 11 poin atau sebesar 0,06 persen ke level Rp17.405 per dolar AS. Pada perdagangan Senin, rupiah ditutup melemah 57 poin ke level Rp17.394 per dolar AS.

1. Investor nantikan data pertumbuhan ekonomi RI

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS. Kondisi tersebut merespons eskalasi ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Pelemahan tersebut diproyeksikan tidak akan terlalu dalam. Para pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026 Indonesia yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Perlemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB kuartal I Indonesia yang akan dirilis siang ini," kata Lukman.

2. Surplus neraca dagang tak mampu topang rupiah

Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti kondisi fundamental ekonomi dalam negeri yang bercampur. Di satu sisi, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus selama 19 bulan berturut-turut.

Namun di sisi lain, data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia justru mengalami kontraksi atau berada di bawah level 50 persen. Kontraksi di bawah 50 mengindikasikan adanya penurunan aktivitas atau perlambatan produksi.

"Investor tidak melihat dari neraca perdagangan yang bagus, tetapi melihat dari data PMI Manufaktur Indonesia yang terjadi kontraksi di bawah 50 persen," ujar Ibrahim.

3. Proyeksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini

Menghadapi dinamika pasar saat ini, Lukman memperkirakan pergerakan kurs rupiah berada dalam kisaran Rp17.350 hingga Rp17.450 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak melemah di rentang Rp17.390 hingga Rp17.440 per dolar AS.

Editorial Team