Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Rupiah menguat 44 poin atau 0,26 persen terhadap dolar AS, ditutup di level Rp16.754 per dolar AS.

  • Pemangkasan tarif AS atas barang-barang India menjadi 18 persen dari sebelumnya 50 persen mempengaruhi sentimen pasar uang.

  • Perkembangan geopolitik Timur Tengah, termasuk pembicaraan antara AS dan Iran, juga memengaruhi pergerakan rupiah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026). Penguatan rupiah terjadi seiring meredanya ketegangan global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.754 per dolar AS, menguat 44 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.798 per dolar AS. Rupiah dibuka di Rp16.760 per dolar AS.

1. Kesepakatan AS-India redam tekanan global

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan sentimen pasar dipengaruhi kesepakatan perdagangan antara AS dan India. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemangkasan tarif AS atas barang-barang India menjadi 18 persen dari sebelumnya 50 persen.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah India menyetujui penghentian pembelian minyak dari Rusia serta menurunkan hambatan perdagangan. Trump mengumumkan kesepakatan itu melalui media sosial usai melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

"India telah setuju untuk membeli minyak dari AS dan mungkin juga Venezuela," ujar Ibrahim.

2. Isu Iran ikut memengaruhi pasar

Selain faktor perdagangan, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah. Trump menyatakan Iran disebut serius berbicara dengan AS dan diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan nuklir pada Jumat di Turki.

"Trump memperingatkan bahwa dengan kapal perang besar AS yang menuju Iran, hal-hal buruk dapat terjadi jika kesepakatan tidak tercapai," tutur Ibrahim.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pembicaraan dengan AS perlu dilanjutkan demi kepentingan nasional Iran, selama tidak disertai ancaman dan tuntutan yang tidak masuk akal.

3. Rupiah berpotensi melemah pada Rabu

Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan Rabu (4/2/2026), pergerakan rupiah masih fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS dengan kisaran Rp16.750-Rp16.780 per dolar AS.

Secara year-to-date (ytd) atau sejak awal tahun, rupiah tercatat masih melemah 0,44 persen. Sementara dalam 52 minggu terakhir, pergerakan rupiah berada di rentang Rp16.079-Rp17.224 per dolar AS.

Editorial Team