Rupiah Menguat Pagi Ini, Efek Kesepakatan Tarif AS-India

- Kesepakatan tarif AS-India dorong rupiah
- Dolar indeks masih menahan laju penguatan rupiah
- Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat mengawali perdagangan Selasa (3/2/2026). Rupiah dibuka di Rp16.760 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.06 WIB, rupiah berada di level Rp16.763 per dolar AS, menguat 35 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.798 per dolar AS.
1. Kesepakatan tarif AS-India dorong rupiah
Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai penguatan rupiah ditopang sentimen positif dari luar negeri, khususnya terkait kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan India.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh berita kesepakatan tarif antara AS dengan India," ujarnya.
2. Dolar indeks masih menahan laju penguatan rupiah
Meski demikian, Lukman menilai penguatan rupiah berpotensi terbatas. Salah satu penahannya adalah pergerakan indeks dolar AS, yang masih berada dalam tren naik.
Indeks dolar mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, sehingga kenaikannya biasanya membuat dolar lebih menarik dibandingkan mata uang lain.
"Penguatan mungkin terbatas mengingat dolar indeks masih naik menyusul data manufaktur yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Investor juga terus memantau sentimen di pasar ekuitas domestik," ujarnya.
3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari
Dengan berbagai sentimen yang ada, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS.
Secara year-to-date (ytd) atau sejak awal tahun, rupiah masih tercatat melemah 0,71 persen. Sementara dalam 52 minggu terakhir, pergerakan rupiah berada di rentang Rp16.079-Rp17.224 per dolar AS.


















