Penutupan pemerintah AS (government shutdown) yang berkepanjangan, kini telah memasuki bulan kedua, menunda rilis laporan ekonomi utama, termasuk data ketenagakerjaan dan inflasi.
"Kekosongan data ini telah meningkatkan ketidakpastian dan mendorong investor untuk mengandalkan survei sektor swasta sebagai sinyal ekonomi," kata Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi.
Ibrahim menyatakan, laporan pekerjaan swasta AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja, menambah ekspektasi Bank Sentral AS (The Fed) dapat kembali melonggarkan suku bunga kebijakan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Berdasarkan survei, peluang penurunan suku bunga pada Desember 2025 naik menjadi sekitar 70 persen, dari sekitar 60 persen sehari sebelumnya.