Efek penutupan Selat Hormuz yang dilalui seperlima pasokan minyak global itu memicu kenaikan harga minyak Brent hingga 59 persen sepanjang Maret 2026, menjadi kenaikan bulanan tertinggi dalam sejarah. Sementara itu, minyak jenis WTI juga melesat 58 persen di bulan ini, rekor tertinggi sejak Mei 2020.
Kekhawatiran pasar semakin menjadi-jadi setelah Kuwait Petroleum Corp melaporkan kapal tanker mereka, Al Salmi, dihantam serangan yang diduga dilakukan Iran di pelabuhan Dubai. Kapal yang membawa 2 juta barel minyak tersebut kini memicu peringatan akan adanya tumpahan minyak di area tersebut.
Tak hanya itu, aksi pasukan Houthi Yaman yang menyerang Israel dengan rudal juga menimbulkan ketakutan baru akan gangguan di Selat Bab el-Mandeb, rute kunci yang menghubungkan Asia dan Eropa.
"Pada hari Sabtu, pasukan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran menargetkan Israel dengan rudal, menimbulkan kekhawatiran baru tentang kemungkinan gangguan terhadap Selat Bab el-Mandeb," tuturnya.