Investor mengkhawatirkan Danantara setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings memangkas outlook atau pandangan prospek utang Indonesia dari sebelumnya stabil menjadi negatif pada Maret 2026 lalu.
"Lembaga pemeringkat utang Fitch Rating menjelaskan sejumlah kekhawatiran investor terhadap Danantara," ujar Ibrahim.
Kekhawatiran itu muncul lantaran adanya isu tata kelola di mana pelaporan Danantara yang langsung kepada Presiden dinilai terlalu terkonsentrasi. Selain itu, investor mencemaskan potensi Danantara digunakan untuk membiayai program-program pemerintah guna menutup celah antara anggaran negara dan kebutuhan belanja.
Dalam penilaiannya, Fitch menyoroti posisi Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF), dana abadi milik negara yang seharusnya dikelola untuk investasi komersial.
Jika ekspektasi komersial tersebut meleset akibat keputusan investasi yang lebih didorong oleh kepentingan politik atau kebutuhan anggaran daripada mengejar keuntungan (imbal hasil), pasar menilai hal ini berisiko menciptakan ketidakpastian bagi para investor.