Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia per April 2026, Rupiah Masuk 5 Besar?

- Daftar 10 mata uang terlemah dunia 2026 dipimpin oleh rial Iran, disusul pound Lebanon dan dong Vietnam, mencerminkan tekanan ekonomi global akibat inflasi tinggi serta ketidakpastian geopolitik.
- Rupiah Indonesia menempati posisi kelima dengan nilai sekitar Rp17 ribu per dolar AS, tertekan oleh penguatan dolar dan arus modal keluar meski fundamental ekonomi domestik masih kuat.
- Faktor global seperti suku bunga tinggi, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi menjadi penyebab utama pelemahan berbagai mata uang di dunia pada 2026.
Pergerakan nilai tukar mata uang selalu menjadi perhatian penting pada 2026, terutama ketika dolar Amerika Serikat (AS) masih menjadi acuan utama perdagangan internasional. Banyak negara menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi tinggi, suku bunga global, konflik geopolitik, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia juga ikut merasakan dampaknya ketika rupiah sempat melemah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, kondisi tersebut ternyata bukan hanya dialami Indonesia karena banyak negara lain menghadapi tekanan yang sama bahkan lebih berat. Sejumlah mata uang tercatat memiliki nilai yang jauh lebih rendah dibanding rupiah jika dikonversi ke dolar Amerika Serikat. Supaya makin paham kondisi ekonomi global saat ini, yuk simak daftar mata uang terlemah di dunia berikut ini!
1. Rial Iran jadi mata uang terlemah di dunia

Rial Iran menempati posisi pertama dalam daftar mata uang terlemah di dunia pada 2026 karena nilainya sangat kecil terhadap dolar Amerika Serikat. Satu rial Iran bernilai sekitar 0,000001 dolar AS, sehingga 1 dolar setara dengan sekitar 1,3 juta rial Iran. Angka tersebut menunjukkan betapa rendahnya daya tukar mata uang ini dibanding banyak mata uang lain.
Pelemahan tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan politik yang berlangsung cukup lama. Sanksi ekonomi internasional yang dijatuhkan kepada Iran membuat perdagangan dan akses keuangan negara itu menjadi terbatas. Selain itu, tingginya inflasi serta ketidakpastian geopolitik membuat kepercayaan terhadap rial Iran semakin menurun.
2. Pound Lebanon tertekan krisis berkepanjangan

Pound Lebanon berada di posisi berikutnya sebagai salah satu mata uang dengan nilai tukar terendah terhadap dolar AS. Satu pound Lebanon hanya bernilai sekitar 0,000011 dolar AS, sehingga 1 dolar setara lebih dari 89 ribu pound Lebanon. Nilai tersebut mencerminkan tekanan besar yang dialami ekonomi negara itu dalam beberapa tahun terakhir.
Krisis perbankan menjadi salah satu penyebab utama pelemahan pound Lebanon karena banyak warga kesulitan mengakses simpanan mereka. Selain itu, utang negara yang tinggi serta ketidakstabilan politik membuat proses pemulihan ekonomi berjalan lambat. Selama masalah struktural itu belum teratasi, pound Lebanon diperkirakan masih sulit kembali stabil.
3. Dong Vietnam ikut masuk daftar

Dong Vietnam juga masuk daftar mata uang terlemah di dunia, meski negaranya dikenal aktif dalam sektor manufaktur dan ekspor. Satu dong Vietnam bernilai sekitar 0,000038 dolar AS, atau 1 dolar setara lebih dari 26 ribu dong Vietnam. Nilai tukar rendah ini lebih banyak dipengaruhi sistem denominasi mata uang dan kebijakan moneter jangka panjang.
Vietnam sempat menghadapi tekanan dari perlambatan perdagangan global yang memengaruhi permintaan ekspor. Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat arus modal ke negara berkembang menjadi lebih selektif. Faktor-faktor tersebut ikut menahan penguatan dong Vietnam dalam beberapa waktu terakhir.
4. Kip Laos melemah akibat beban utang

Kip Laos menjadi salah satu mata uang Asia Tenggara yang bernilai rendah terhadap dolar Amerika Serikat. Satu kip Laos setara sekitar 0,000045 dolar AS, sehingga 1 dolar bisa ditukar lebih dari 22 ribu kip Laos. Angka itu menunjukkan nilai tukar kip masih cukup tertekan di pasar global.
Salah satu masalah utama yang dihadapi Laos adalah beban utang luar negeri yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang belum kuat ikut mempersempit ruang gerak kebijakan pemerintah. Karena alasan tersebut, kip Laos masih sulit mencatat penguatan besar dalam waktu dekat.
5. Rupiah Indonesia berada di posisi kelima

Rupiah Indonesia masuk dalam daftar mata uang terlemah di dunia dan berada di posisi kelima berdasarkan data referensi artikel. Satu rupiah bernilai sekitar 0,000059 dolar AS, sehingga 1 dolar setara lebih dari Rp17 ribu. Nilai tukar rupiah sempat menjadi sorotan karena bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Meski demikian, Indonesia tetap memiliki fundamental ekonomi yang relatif besar di kawasan Asia Tenggara. Tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi sentimen global seperti arus modal keluar, penguatan dolar AS, dan kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia. Dengan pasar domestik yang besar, rupiah masih memiliki peluang stabil ketika kondisi global mulai membaik.
6. Som Uzbekistan masih bernilai rendah

Som Uzbekistan juga tercatat sebagai salah satu mata uang dengan nilai tukar rendah terhadap dolar AS. Satu som Uzbekistan bernilai sekitar 0,000082 dolar AS, sehingga 1 dolar setara lebih dari 12 ribu som Uzbekistan. Nilai tersebut menempatkan som dalam kelompok mata uang berdenominasi besar.
Negara ini memang sedang menjalankan berbagai reformasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing dan investasi. Namun, Uzbekistan masih menghadapi tantangan seperti inflasi yang cukup tinggi dan tingkat pengangguran di beberapa sektor. Karena itu, som Uzbekistan belum mampu menunjukkan penguatan besar secara konsisten.
7. Franc Guinea terdampak instabilitas politik

Franc Guinea masuk dalam daftar karena nilainya masih rendah meskipun negara itu kaya sumber daya alam. Satu franc Guinea bernilai sekitar 0,000114 dolar AS terhadap dolar Amerika Serikat. Angka tersebut menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam belum otomatis membuat mata uang menjadi kuat.
Instabilitas politik dan persoalan keamanan menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Investor biasanya cenderung berhati-hati masuk ke negara dengan situasi politik yang belum stabil. Akibatnya, franc Guinea masih menghadapi tekanan dalam menjaga nilai tukarnya.
8. Franc Burundi bergantung pada ekspor komoditas

Franc Burundi memiliki nilai tukar rendah karena struktur ekonomi negara itu masih terbatas dan belum terdiversifikasi luas. Satu franc Burundi bernilai sekitar 0,000336 dolar AS, sehingga 1 dolar setara sekitar 2.972 franc Burundi. Nilai tersebut menunjukkan mata uang ini masih lemah dibanding banyak negara lain.
Burundi sangat bergantung pada ekspor kopi dan teh sebagai sumber pemasukan penting. Jika harga global turun atau permintaan berkurang, kemampuan ekonomi negara itu ikut tertekan. Kondisi tersebut membuat franc Burundi sulit bergerak lebih kuat dibanding mata uang negara berkembang lainnya.
9. Ariary Madagaskar rentan gejolak eksternal

Ariary Madagaskar juga masuk daftar mata uang bernilai rendah di dunia pada 2026. Satu ariary Madagaskar bernilai sekitar 0,000239 dolar AS terhadap dolar Amerika Serikat. Meski nilainya kecil, mata uang ini tetap menjadi alat transaksi utama dalam perekonomian domestik negara tersebut.
Madagaskar dikenal sebagai produsen vanili dan memiliki komoditas lain seperti nikel yang penting di pasar dunia. Namun, ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah membuat negara itu rentan ketika harga global turun. Saat kondisi eksternal melemah, ariary biasanya ikut berada dalam tekanan.
10. Guarani Paraguay ditutup di posisi sepuluh

Guarani Paraguay melengkapi daftar mata uang terlemah di dunia tahun ini dengan nilai tukar yang masih rendah terhadap dolar AS. Satu guarani Paraguay bernilai sekitar 0,000154 dolar AS, sehingga 1 dolar setara sekitar 6.485 guarani Paraguay. Nilai ini menempatkannya dalam kelompok mata uang dengan denominasi cukup besar.
Paraguay sebenarnya memiliki sektor pertanian yang cukup kuat dan dikenal sebagai produsen komoditas penting. Namun, inflasi, isu korupsi, dan masalah peredaran uang palsu disebut ikut memengaruhi stabilitas ekonomi negara tersebut. Karena itulah, guarani Paraguay masih berada dalam kelompok mata uang bernilai rendah.
Daftar ini menunjukkan bahwa lemahnya mata uang bukan hanya masalah satu negara, melainkan bisa terjadi di banyak wilayah dengan penyebab berbeda-beda. Faktor global seperti suku bunga tinggi, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi masih menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar dunia. Buat kamu, memahami kondisi ini bisa jadi langkah awal untuk lebih peka terhadap isu ekonomi internasional yang berdampak ke kehidupan sehari-hari.


















