Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rusia Tuduh Ukraina Lakukan Pemerasan Energi, Kenapa?
potret bendera Rusia (pexels.com/Anton Klyuchnikov)

Intinya sih...

  • Ukraina memblokade suplai minyak lewat pipa Druzhba, mengakibatkan Hungaria dan Slovakia kehilangan pasokan minyak dari Rusia.

  • Hungaria dan Slovakia lobi Kroasia agar dapat pasokan minyak melalui pipa Adriati sebagai alternatif karena blokade Ukraina.

  • Hungaria dan Slovakia merupakan negara dengan jumlah impor minyak tertinggi dari Rusia, yang menuai kecaman keras dari Presiden AS Donald Trump.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rusia menuduh Ukraina telah melakukan pemerasan energi. Menurut juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov, tuduhan ini dilontarkan ke Ukraina karena negara tersebut telah memblokir pasokan minyak dari Rusia ke Hungaria dan Slovakia.

"Tentu saja, sejumlah pemerasan energi (telah dilakukan) oleh Ukraina terhadap negara anggota Uni Eropa, Hungaria (dan Slovakia). Kami sedang berkomunikasi dengan para pembeli, tetapi situasi di sini menjadi rumit karena posisi Ukraina," kata Peskov, dilansir dari Anadolu Agency.

1. Ukraina disebut memblokade suplai minyak lewat pipa Druzhba

ilustrasi pipa minyak dan gas (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Peskov mengatakan, Ukraina telah memblokade pipa minyak dan gas Druzhba yang biasa digunakan untuk memasok minyak dan gas dari Rusia ke Hungaria dan Slovakia. Imbas tindakan tersebut, Hungaria dan Slovakia tidak bisa mendapat suplai minyak dari Rusia.

Menurut Peskov, perusahaan-perusahaan energi di Rusia yang menjadi pemasok minyak ke Hungaria dan Slovakia kini sedang mencari cara untuk mengatasi blokade dari Ukraina. Sebab, perusahaan-perusahaan tersebut harus segera memasok minyak ke Budapest dan Bratislava karena masih punya kewajiban kontrak.

2. Hungaria dan Slovakia lobi Kroasia agar dapat pasokan minyak

Bendera Kroasia (pexels.com/Walder)

Untuk mengatasi blokade dari Ukraina, Hungaria dan Slovakia juga tidak mau tinggal diam. Kedua negara tersebut melobi Kroasia agar bisa mendapatkan suplainya minyak dari pipa minyak Adriati yang ada di wilayahnya. 

Caranya, Rusia akan mengirim minyak menggunakan kapal tanker lewat laut ke Pelabuhan Omisalj yang ada di Kroasia. Setelah sampai di Kroasia, barulah minyak dari Rusia akan langsung diedarkan ke Hungaria dan Slovakia lewat pipa Adriati yang ada di Kroasia. Ini merupakan cara alternatif karena Rusia tidak bisa langsung memasok minyak ke Hungaria dan Slovakia tanpa lewat pipa Druzhba yang sudah diblokir Ukraina.

3. Hungaria dan Slovakia jadi negara dengan jumlah impor minyak tertinggi dari Rusia

ilustrasi tambang minyak (unsplash.com/Maria Lupan)

Sebagai informasi, Hungaria dan Slovakia merupakan negara dengan jumlah impor minyak tertinggi dari Rusia. Pada 2025 lalu, Al Jazeera melaporkan total impor minyak kedua negara tersebut dari Rusia mencapai masing-masing 416 juta euro (Rp8,3 triliun) dan 275 juta euro (Rp5,5 triliun).

Tingginya pembelian minyak Rusia oleh Hungaria dan Slovakia ini menuai kecaman keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebab, menurut Trump, pembelian minyak dari negara-negara Uni Eropa akan membuat Kremlin punya banyak dana untuk terus menyerang Ukraina.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Uni Eropa memberikan tarif tinggi kepada produk minyak yang datang dari Rusia. Ini dilakukan agar negara-negara Uni Eropa, khususnya Hungaria dan Slovakia, tidak terus membeli minyak dari Rusia. Jika Rusia kehilangan pelanggan utama minyaknya, maka mereka akan kehilangan banyak dana untuk terus menginvasi Ukraina. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team