Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pendapatan Migas Rusia Januari 2026 Terendah Selama Kepemimpinan Putin

Pendapatan Migas Rusia 2026 Terendah pada Masa Kepemimpinan Putin
Infrastruktur pengeboran minyak di Norwegia. (pexels.com/jan-rune-smenes-reite)
Intinya sih...
  • Pendapatan pajak migas Rusia turun 50% menjadi Rp86 triliun
  • Rusia dorong kerja sama energi dengan China untuk mengatasi penurunan ekspor gas alam ke Eropa
  • Lukoil minta keringanan pajak imbas diskon harga minyak yang turun hampir 50%
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rusia diketahui mengalami penurunan signifikan pendapatan kotor dari sektor minyak dan gas (migas) pada Januari 2026. Penurunan ini disebut menjadi yang terendah selama kepemimpinan Presiden Rusia, Vladimir Putin

Pada Desember 2025, pendapatan Rusia dari ekspor gas alam mengalami penurunan selama 3 tahun berturut-turut. Penurunan ini disebabkan turunnya ekspor gas alam Rusia ke Eropa selama lebih dari 50 tahun.  

1. Rusia hanya memperoleh pendapatan pajak migas Rp86 triliun

Pendapatan Migas Rusia  Januari 2026 Terendah Selama Kepemimpinan Putin
ilustrasi fasilitas pengeboran minyak lepas pantai (unsplash.com/zacharytheodore)

Menurut data dari Kementerian Keuangan Rusia, Moskow hanya memperoleh pendapatan pajak dari sektor migas sebesar 5,1 miliar dolar AS (Rp86 triliun). Jumlah itu menunjukkan penurunan 50 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. 

Dilansir United24, angka ini memperlihatkan pendapatan terendah Rusia sejak Juli 2020 dan hanya menyumbang 2 persen dari PDB Rusia. Selain itu, angka ini menjadi yang terendah selama kepemimpinan Putin di negara Eurasia tersebut. 

Pada Januari 2026, pajak ekstraksi mineral turun 60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, bea ekspor di Rusia mengalami penurunan 44 persen yang diakibatkan penurunan ekspor. 

2. Rusia dorong kerja sama energi dengan China

Pendapatan Migas Rusia  Januari 2026 Terendah Selama Kepemimpinan Putin
Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Sehari sebelumnya, Putin sudah berbicara dengan Presiden China, Xi Jinping terkait masalah energi. Ia menyebut, hubungan energi Rusia dan China sebagai strategis karena Beijing adalah pembeli utama minyak dari negaranya. 

Dilansir The Moscow Times, pernyataan ini diungkapkan setelah India kemungkinan akan mengurangi pembelian minyak dari Rusia. Sebab, Amerika Serikat (AS) dan India sepakat mengurangi tarif bea masuk barang dengan balasan India tidak membeli minyak dari Rusia. 

3. Lukoil minta keringanan pajak imbas diskon harga minyak

Pendapatan Migas Rusia  Januari 2026 Terendah Selama Kepemimpinan Putin
ilustrasi pom bensin Lukoil (pexels.com/Ionuț Murariu)

Perusahaan minyak swasta Rusia, Lukoil mengajukan permohonan pengurangan pajak kepada pemerintah. Langkah ini menanggapi jatuhnya harga minyak mentah Rusia di pasar global yang hampir mencapai 50 persen. 

Kementerian Energi Rusia mengatakan, mekanisme keringanan pajak ini untuk mengurangi beban pajak dan tetap mengamankan pembayaran ke kas negara. Lukoil sudah meminta Rusia untuk membatasi pajak maksimal 15 dolar AS per barel (Rp253 ribu). 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Produksi Gula Nasional Capai 2,67 Juta Ton pada 2025

07 Feb 2026, 22:28 WIBBusiness