Jakarta, IDN Times - Saham HSBC mencatat rekor tertinggi baru pada perdagangan Selasa (27/1/2026), mendorong kapitalisasi pasar bank tersebut menembus 300 miliar dolar AS (Rp5 kuadriliun) untuk pertama kalinya. Kenaikan ini menjadikan HSBC bersaing ketat dengan perusahaan farmasi AstraZeneca sebagai emiten bernilai terbesar di indeks utama London, FTSE 100.
Hingga pukul 10.50 GMT, saham HSBC tercatat naik sekitar 2,8 persen ke level 12,77 poundsterling (Rp294,8 ribu) per lembar. Kinerja ini menjadikan HSBC sebagai penggerak utama penguatan indeks FTSE 100, yang pada waktu bersamaan naik sekitar 0,6 persen.
