Donald Trump. (instagram.com/realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian sementara serangan ke Iran selama dua minggu setelah adanya upaya diplomatik yang dipimpin Pakistan. Langkah ini disampaikan setelah sebelumnya ia mengancam akan menyerang infrastruktur penting Iran jika Selat Hormuz tak kembali dibuka.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Field Marshal Asim Munir dari Pakistan, dan di mana mereka meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran, dan tunduk pada kesepakatan Republik Islam Iran untuk PEMBUKAAN SELAT HORMUZ YANG LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk periode dua minggu,” tulis Trump di Truth Social.
Trump menyatakan gencatan ini berlaku dua arah. Ia menilai AS telah melampaui target militernya dan melihat proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar yang bisa digunakan dalam negosiasi lanjutan.
“Hampir semua berbagai poin perselisihan masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan Perjanjian untuk diselesaikan dan disempurnakan,” kata Trump, dikutip India Today.