Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Uni Emirat Arab: Tak Ada Negara Kebal dari Dampak Penutupan Selat Hormuz

Uni Emirat Arab: Tak Ada Negara Kebal dari Dampak Penutupan Selat Hormuz
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • UEA menegaskan penutupan Selat Hormuz oleh Iran berdampak global, memengaruhi perdagangan dunia karena 20 persen minyak dan gas cair melewati jalur strategis tersebut.
  • Duta Besar UEA menyebut Indonesia ikut terdampak langsung, dengan kenaikan harga bahan bakar, biaya barang, serta gangguan rantai pasokan akibat situasi di Selat Hormuz.
  • UEA bersama GCC dan Yordania menyerukan pencegahan eskalasi perang melalui diplomasi dan kerja sama internasional demi menjaga stabilitas serta kemakmuran bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan, penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memberikan tekanan pada seluruh negara di dunia.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, tak ada satu pun negara yang kebal dari dampak negatif penutupan selat tersebut, terutama dari sektor perdagangan.

“Perdagangan sudah pasti terpengaruh, dan tidak ada negara yang benar-benar kebal dari kesulitan semacam ini,” kata Abdulla Salem AlDhaheri dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

1. Hampir 90 persen ekspor menuju Asia melalui Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz. (Pixabay.com)

Dalam catatan UEA, sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan gas cair melalui Selat Hormuz. Lalu, 80-90 persen ekspor menuju kawasan Asia juga melalui selat tersebut.

UEA menyatakan, agresi yang dilancarkan Iran bukan lagi masalah regional negara-negara Teluk Arab (Gulf Cooperation Countries/GCC) dan Yordania, tapi sudah menjadi masalah bagi seluruh dunia.

“Ini bukan masalah regional. Ini adalah masalah global. Uni Emirat Arab dan negara-negara GCC serta Yordania mengutuk keras serangan-serangan ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tutur Abdulla Salem AlDhaheri.

2. Indonesia merasakan dampak langsung

ilustrasi ekspor barang
ilustrasi ekspor barang (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, Indonesia juga menjadi negara yang merasakan dampak langsung dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

“Di sini saya ingin mengatakan bahwa Indonesia tidak kebal. Seperti banyak ekonomi Asia lainnya, Indonesia terkena dampak langsung. Harga bahan bakar juga meningkat. Biaya barang dan gangguan rantai pasokan juga meningkat. Saya percaya bahwa bukan hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia telah menderita, termasuk negara-negara kita,” ujar dia.

3. Eskalasi perang harus dicegah

Rudal Iran.
potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Abdulla Salem AlDhaheri menegaskan, eskalasi perang harus dicegah dengan jalur diplomasi dan kerja sama internasional.

Dia mengatakan, UEA bersama GCC dan Yordania akan terus memilih stabilitas dibandingkan eskalasi, tanggung jawab dibandingkan reaksi, dan kerja sama dibandingkan konflik.

“Kami akan terus bekerja sama dengan para mitra internasional, termasuk Indonesia untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama,” kata dia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More