Penyelidikan yang dipimpin Senator Elizabeth Warren dan Andy Kim kini berfokus pada dugaan penggunaan perantara di Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Britania Raya, oleh pemodal China untuk menyembunyikan identitas mereka saat membeli saham SpaceX. Berdasarkan data dari Pengadilan Kanselir Delaware, praktik ini diduga bertujuan untuk mengelabui regulasi investasi asing di AS.
SpaceX disinyalir mengizinkan aliran dana dari entitas yang berafiliasi dengan Beijing melalui pusat kerahasiaan luar negeri, sehingga menghapus jejak administratif yang dapat diakses oleh regulator federal serta mengaburkan identitas pemilik manfaat sebenarnya dari kontraktor pertahanan tersebut.
Struktur investasi tertutup ini dinilai sengaja dirancang untuk menghindari aturan Foreign Ownership, Control, or Influence (FOCI), yang mewajibkan pelaporan keterlibatan asing pada perusahaan dengan akses informasi rahasia negara. Para senator memperingatkan bahwa tanpa audit menyeluruh, Pentagon berisiko membiarkan agen ekonomi asing menempati posisi strategis dalam perusahaan yang mengoperasikan sistem peluncuran satelit intelijen sensitif.
Tuntutan investigasi ini semakin kuat setelah adanya kesaksian di bawah sumpah dari Iqbaljit Kahlon, seorang investor besar yang memiliki hubungan dekat dengan manajemen puncak SpaceX. Kahlon mengungkapkan fakta mengenai komposisi pemegang saham perusahaan yang selama ini tertutup dari publik.
"Mereka jelas memiliki investor China. Sejujurnya, beberapa di antaranya ada langsung di dalam tabel kapitalisasi," ujar Kahlon, dilansir ProPublica.