Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia (unsplash.com/Aldrin Rachman Pradana)
Analis independen bisnis penerbangan Gatot Rahardjo menilai efisiensi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi maskapai.
Efisiensi, menurutnya, dapat dilakukan baik pada aspek operasional, seperti optimalisasi rute dan penggunaan armada yang lebih hemat bahan bakar, maupun non-operasional melalui pengelolaan sumber daya manusia, digitalisasi proses, dan penyederhanaan prosedur.
“Namun efisiensi tidak boleh mengorbankan keselamatan penerbangan maupun melanggar regulasi. Keselamatan dan keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan,” tegas Gatot.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IKAGI Uray Indrayana Kusumawijaya menyatakan, awak kabin memahami kebijakan efisiensi sebagai bagian dari komitmen kolektif insan Garuda dalam menjaga masa depan perusahaan.
“Kami mendukung kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi perusahaan saat ini, serta tetap berkomitmen menjaga profesionalisme dan kualitas layanan kepada penumpang selama proses transformasi berlangsung,” kata Uray.