Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (unsplash.com/fasyahalim_)
Potret pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (unsplash.com/fasyahalim_)

Intinya sih...

  • Transformasi diperlukan untuk memastikan kelangsungan usaha

  • Efisiensi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi maskapai

  • Kinerja keuangan diharapkan membaik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) menyatakan dukungan terhadap langkah transformasi yang dijalankan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Dukungan tersebut mencakup kebijakan penguatan disiplin biaya (cost discipline) guna menjaga keberlangsungan usaha maskapai pelat merah tersebut.

1. Transformasi diperlukan untuk memastikan kelangsungan usaha

Serikat Karyawan dan Awak Kabin Dukung Transformasi Garuda Indonesia. (Dok/Istimewa).

Ketua Sekarga Dwi Yulianta menegaskan, kebijakan transformasi yang ditempuh manajemen sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyehatkan kinerja Garuda Indonesia. Menurut dia, langkah tersebut perlu mendapat dukungan seluruh karyawan sebagai bagian dari misi bersama menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Transformasi yang dijalankan memang bukan keputusan yang mudah, namun diperlukan untuk memastikan kelangsungan usaha Garuda Indonesia dalam jangka panjang,” ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, serikat karyawan telah melakukan dialog intensif dengan manajemen untuk memahami kondisi perusahaan secara menyeluruh, termasuk komitmen manajemen dalam menjaga hak dan kepentingan karyawan di tengah proses transformasi.

2. Efisiensi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi maskapai

Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia (unsplash.com/Aldrin Rachman Pradana)

Analis independen bisnis penerbangan Gatot Rahardjo menilai efisiensi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi maskapai.

Efisiensi, menurutnya, dapat dilakukan baik pada aspek operasional, seperti optimalisasi rute dan penggunaan armada yang lebih hemat bahan bakar, maupun non-operasional melalui pengelolaan sumber daya manusia, digitalisasi proses, dan penyederhanaan prosedur.

“Namun efisiensi tidak boleh mengorbankan keselamatan penerbangan maupun melanggar regulasi. Keselamatan dan keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan,” tegas Gatot.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IKAGI Uray Indrayana Kusumawijaya menyatakan, awak kabin memahami kebijakan efisiensi sebagai bagian dari komitmen kolektif insan Garuda dalam menjaga masa depan perusahaan.

“Kami mendukung kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi perusahaan saat ini, serta tetap berkomitmen menjaga profesionalisme dan kualitas layanan kepada penumpang selama proses transformasi berlangsung,” kata Uray.

3. Kinerja keuangan diharapkan membaik

Ilustrasi cadangan devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Dengan dukungan serikat karyawan dan seluruh insan perusahaan, transformasi Garuda Indonesia diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis serta mendorong perbaikan kinerja keuangan, termasuk pencapaian laba bersih dan ekuitas positif ke depan.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat penurunan kinerja keuangan pada kuartal III 2025, dengan pendapatan turun 10,53 persen secara tahunan menjadi 842,16 juta dolar AS dan laba bersih merosot 29,65 persen menjadi 37,93 juta dolar AS.

Editorial Team