Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara Proyeksi Kinerja Garuda Meningkat Akhir 2026, Ini Pemicunya

Danantara Proyeksi Kinerja Garuda Meningkat Akhir 2026, Ini Pemicunya
Potret Garuda Indonesia, di bandara, (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
Intinya sih...
  • Garuda Indonesia dan BUMN lainnya tunjukkan tanda-tanda perbaikan
  • Pendanaan, efisiensi operasional, dan non-operasional jadi fokus utama pemulihan
  • Kinerja Garuda Indonesia diproyeksi meningkat signifikan pada akhir 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memproyeksikan 2026 akan menjadi titik balik dalam akselerasi pemulihan kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yang kini tengah menjalani program transformasi komprehensif. Akselerasi pemulihan tersebut tercermin dari lonjakan harga saham GIAA yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek maskapai tersebut.

Pada awal Januari 2026, harga saham GIAA naik signifikan mencapai 9,76 persen atau setara Rp90 per lembar saham. Kenaikan ini dipicu oleh perubahan struktur kepemilikan saham yang melibatkan entitas pengelola aset negara, yang semakin memperkuat optimisme pasar terhadap prospek pemulihan perusahaan.

“Pasar telah merespons positif pemulihan kinerja Garuda Indonesia, yang tercermin dari lonjakan tajam harga saham pada awal Januari lalu,” dikutip dalam laporan Danantara Economic Outlook, dikutip Jumat (30/1/2026).

1. Sejumlah BUMN yang jalani transformasi sudah tunjukkan perbaikan

Danantara Proyeksi Kinerja Garuda Meningkat Akhir 2026, Ini Pemicunya
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Danantara Indonesia menilai sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), termasuk Garuda Indonesia, yang tengah menjalani transformasi, menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Salah satu faktor yang mendorong akselerasi pemulihan adalah dukungan pendanaan dalam bentuk shareholder loan (SHL) dan suntikan modal usaha senilai Rp23,63 triliun dari Danantara. Dana tersebut digunakan untuk mendukung program perawatan pesawat, reaktivasi armada, dan peningkatan kapasitas produksi.

Selain itu, opsi integrasi Garuda Indonesia Group dengan Pelita Air juga dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi redundansi dan meningkatkan sinergi, terutama dalam pengadaan bahan bakar. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur finansial dan operasional Garuda Indonesia dalam jangka panjang.

Namun, meskipun berbagai upaya transformasi yang dilakukan Garuda Indonesia menunjukkan hasil positif, pengamat industri penerbangan, Gatot Rahardjo, mengingatkan efisiensi tetap menjadi kunci keberhasilan dalam jangka panjang.

2. Pendanaan, efisiensi operasional dan non-operasional jadi fokus utama pemulihan

Danantara Proyeksi Kinerja Garuda Meningkat Akhir 2026, Ini Pemicunya
ilustrasi pesawat terbang Garuda Indonesia (unsplash.com/Fasyah Halim)

Gatot menyebut selain transformasi struktural dan pendanaan, efisiensi operasional dan non-operasional harus menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan. Menurutnya, efisiensi dalam operasional penerbangan sangat penting untuk menekan biaya dan meningkatkan daya saing maskapai.

“Efisiensi operasional penerbangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti penggunaan pesawat yang lebih hemat bahan bakar, pemilihan rute dan jaringan yang lebih menguntungkan, serta bekerja sama dengan Airnav untuk menerapkan performance-based navigation (PBN) dalam penerbangan,” ujar Gatot.

Selain itu, efisiensi non-operasional, seperti pengelolaan sumber daya manusia (SDM), penggunaan teknologi informasi untuk operasional kantor, serta penyederhanaan proses dan prosedur, juga menjadi area yang perlu dioptimalkan. Namun, Gatot mengingatkan, dalam upaya efisiensi ini, aspek keselamatan penerbangan harus tetap menjadi prioritas utama.

“Efisiensi yang dilakukan maskapai tidak boleh mengurangi aspek keselamatan penerbangan dan harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

3. Kinerja Garuda Indonesia diproyeksi meningkat signifikan

Danantara Proyeksi Kinerja Garuda Meningkat Akhir 2026, Ini Pemicunya
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia (unsplash.com/Aldrin Rachman Pradana)

Berdasarkan serangkaian aksi korporasi yang telah dilakukan, Danantara memproyeksikan Garuda Indonesia akan mengalami peningkatan kinerja yang signifikan pada akhir 2026. Jika program transformasi berjalan dengan baik, Garuda Indonesia diharapkan mencatatkan laba bersih dan ekuitas positif, yang akan memperkuat portofolio bisnisnya secara keseluruhan.

Dengan transformasi yang tengah berjalan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Garuda Indonesia berpotensi untuk kembali menjadi pemain utama di industri penerbangan Indonesia, sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi negara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

BPOM Evaluasi Izin Edar Whip Pink, Marketing Produk Disorot

31 Jan 2026, 14:27 WIBBusiness