Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Shopee Ungkap Jurus Berantas Produk Bajakan
ilustrasi menggunakan aplikasi Shopee (shopee.co.id)
  • Shopee Indonesia memperkuat pemberantasan produk bajakan lewat Shopee Brand IP Portal yang menindak pelanggaran hak cipta dalam tiga hari kerja dan menjatuhkan sanksi tegas bagi pelanggar.
  • Dalam rangka Hari Buku Nasional, Shopee menggelar Festival Penulis Lokal untuk mendukung penulis lokal, melindungi karya orisinal, serta meningkatkan minat baca masyarakat terhadap buku asli Indonesia.
  • Pemerintah melalui Kemenparekraf mendukung kolaborasi dengan Shopee guna memperkuat ekosistem penerbitan nasional dan mendorong subsektor penerbitan sebagai penggerak ekonomi kreatif baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Shopee Indonesia melanjutkan upaya pemberantasan produk bajakan melalui one-stop platform Shopee Brand IP Portal yang memastikan perlindungan kekayaan intelektual. Melalui portal tersebut, Shopee memastikan 100 persen laporan yang terbukti ada pelanggaran telah ditindaklanjuti, dengan produk terkait diturunkan dan pelanggar dikenakan sanksi tegas dalam waktu tiga hari kerja.

“Kami juga langsung menghapus produk yang terbukti melanggar aturan dan memberikan sanksi yang lebih berat bagi pelanggar. Di tahun 2025 sendiri, Shopee telah menghapus ratusan ribu buku yang terbukti melanggar Hak Cipta,” kata Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita dikutip Kamis, (7/5/2026).

1. Pemilik merek didorong untuk mendaftarkan hak cipta

ilustrasi belanja online (IDN Times/Meiska Irena)

Salah satu produk yang didorong untuk penguatan kekayaan intelektual adalah buku. Shopee mendorong pemilik merek, termasuk penulis untuk mendaftarkan hak cipta atas karyanya, serta melaporkan produk yang terindikasi bajakan.

Selain itu, dalam rangka Hari Buku Nasional, Shopee menggelar Festival Penulis Lokal dengan menampilkan ratusan buku karya penulis lokal terkurasi.

Dalam acara yang digelar sampai 24 Mei 2026 mendatang, perusahaan berupaya mempromosikan, melindungi, serta mendukung Hak Kekayaan Intelektual (HKI) penulis lokal, sekaligus menumbuhkan minat baca masyarakat akan buku asli karya anak dalam negeri.

2. Perkuat ekosistem penerbitan nasional

ilustrasi percetakan (unsplash.com/Bank Phrom)

Menteri Ekonomi Kreatif (EKRAF), Teuku Riefky Harsya mengatakan upaya itu sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem penerbitan nasional dengan mendukung penulis, penerbit, dan komunitas literasi, sekaligus mendorong subsektor penerbitan sebagai bagian dari mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami sangat senang dapat kembali berkolaborasi dengan Shopee untuk menghadirkan inisiatif yang dapat mendukung penulis lokal, termasuk menghadirkan ruang promosi bagi penulis lokal, hingga upaya perlindungan terhadap karya asli mereka dan pemberantasan buku bajakan,” tutur Riefky dikutip Kamis, (7/5/2026).

3. Ribuan buku terjual

ilustrasi belanja online (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Tahun lalu, festival itu menarik perhatian jutaan pembaca dan berhasil menjual ribuan buku. Festival itu juga menggandeng ratusan penerbit dan penulis lokal tanah air. Selain itu, Satrya mengatakan, melalui acara itu, Shopee juga membagikan promo spesial diskon hingga 50 persen, dan ekstra voucher hingga Rp20 ribu.

“Kami melihat antusiasme pengguna yang luar biasa dalam Festival Penulis Lokal tahun lalu. Untuk itu, tahun ini kami menghadirkan kembali Festival Penulis Lokal untuk terus mempromosikan, mendukung, dan melindungi kekayaan intelektual para penulis lokal,” tutur dia.

Editorial Team