Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sinyal Damai Iran Muncul, Rupiah Menguat Tipis Sore Ini
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup menguat tipis 7 poin ke level Rp16.904 per dolar AS, menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global dan isu geopolitik Iran-AS.
  • Pasar menyoroti sinyal diplomatik dari Teheran terkait proposal damai yang didukung AS, meski belum ada kepastian dan perbedaan pandangan masih kuat.
  • Investor tetap waspada terhadap situasi di Selat Hormuz serta memantau potensi pelemahan rupiah akhir pekan di kisaran Rp16.900–Rp16.940 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (26/3/2026). Mata uang Garuda menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini parkir di level Rp16.904 per dolar AS, menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp16.911 per dolar AS.

1. Pasar pantau sinyal de-eskalasi dari Teheran

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan pasar saat ini tengah menimbang sinyal diplomatik dari Teheran. Para pejabat Iran dilaporkan sedang meninjau proposal yang didukung oleh AS untuk menghentikan permusuhan.

Meski belum ada jawaban resmi, sikap Iran yang tidak langsung menolak rencana tersebut menimbulkan harapan akan adanya de-eskalasi atau penurunan ketegangan konflik.

"Namun, ketidakpastian tetap tinggi, dengan Iran secara terbuka membantah negosiasi langsung dengan Washington dan menunjukkan bahwa perbedaan utama masih ada," kata Ibrahim.

Kurangnya kejelasan membuat investor tetap waspada, yang terlihat dari lesunya pasar minyak pada hari Kamis. Harga minyak mentah Brent sendiri sempat melonjak di atas 119 dolar AS per barel awal bulan ini akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari wilayah Teluk.

2. Selat Hormuz masih jadi fokus utama Investor

Selat Hormuz tetap menjadi titik perhatian utama pasar global karena jalurnya yang vital bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dunia. Ibrahim menilai ancaman apa pun terhadap jalur air tersebut akan memicu lonjakan harga energi lebih lanjut.

"Investor juga mengamati dengan cermat sinyal dari Washington," ujar Ibrahim.

Para pejabat AS telah memperingatkan akan mengambil tindakan lebih tegas jika Iran tidak menunjukkan keterlibatan yang konstruktif atau kerja sama yang nyata dalam proses damai. Hal itu menambah lapisan ketidakpastian baru bagi prospek ekonomi global.

3. Proyeksi nilai tukar rupiah di akhir pekan

Melihat kinerja sejak awal tahun, rupiah mencatatkan pelemahan sebesar 1,34 persen. Dalam kurun waktu satu tahun atau 52 minggu, mata uang Garuda bergerak di rentang Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.

Untuk perdagangan pada Jumat (27/3/2026), rupiah berisiko ditutup melemah. Mata uang rupiah diperkirakan akan berada pada rentang antara Rp16.900 hingga Rp16.940 per dolar AS di akhir pekan.

Editorial Team