Jakarta, IDN Times – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyebut data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang lebih realistis berada pada kisaran 4,4 persen hingga 5,2 persen. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan hasil Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 5,61 persen secara year on year.
Perhitungan LPEM UI menggunakan inkonsistensi internal BPS, yakni pertumbuhan nilai tambah sektor listrik yang tercatat minus 0,99 persen dibandingkan pertumbuhan PDB manufaktur sebesar 5,04 persen.
"Koreksi ini sepenuhnya diperoleh dari data yang telah dipublikasikan BPS, tanpa memerlukan sumber eksternal," tulis Mohamad Ikhsan dan Teuku Riefky dalam laporan LPEM UI, dikutip Rabu (13/5/2026).
