Jakarta, IDN Times - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut momentum mudik Idul Fitri menjadi fenomena ekonomi strategis yang secara konsisten mendorong aktivitas ekonomi nasional. Karakternya yang massal, terjadwal, dan memiliki efek berganda (multiplier effect) menjadikan mudik sebagai penggerak berbagai sektor riil secara simultan.
Berdasarkan data historis, konsumsi rumah tangga meningkat 15 persen–20 persen dibandingkan bulan normal, seiring tingginya mobilitas masyarakat dan percepatan perputaran uang (velocity of money).
"Tingginya Marginal Propensity to Consume (MPC) masyarakat pada periode ini turut memperkuat konsumsi, termasuk mendongkrak pendapatan pelaku UMKM daerah hingga 50 persen–70 persen," ungkap Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Selasa (24/3/2026).
