Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kadin Prediksi Perputaran Uang Lebaran Capai Rp148 Triliun

Kadin Prediksi Perputaran Uang Lebaran Capai Rp148 Triliun
Ilustrasi THR. IDN Times/Sukma Shakti
Intinya Sih
  • Kadin memproyeksikan perputaran uang Lebaran 2026 mencapai Rp148,39 triliun meski jumlah pemudik turun, dengan potensi naik hingga Rp161,88 triliun tergantung rata-rata pengeluaran keluarga.
  • Perputaran uang diperkirakan tersebar di berbagai daerah dan sektor, didorong lonjakan konsumsi rumah tangga 10–15 persen yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026.
  • Stimulus pemerintah seperti diskon transportasi, tarif tol, serta penyaluran THR ASN dan swasta menjaga daya beli masyarakat dan mendorong mobilitas tinggi selama periode Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan potensi perputaran uang selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 mencapai Rp148,39 triliun. Proyeksi ini muncul di tengah tren penurunan jumlah pemudik pada tahun ini.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini turun 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menilai penurunan jumlah pemudik tidak serta-merta menekan perputaran uang. Dengan asumsi rata-rata pengeluaran per keluarga mencapai Rp4,125 juta atau naik 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu Rp3,75 juta, maka total perputaran uang selama periode Lebaran diperkirakan mencapai Rp148,39 triliun atau meningkat sekitar 8 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Dalam hitungannya, perputaran uang tersebut bahkan berpotensi menembus Rp161,88 triliun jika rata-rata pengeluaran per keluarga mencapai Rp4,5 juta.

“Angka perputaran uang ini berpotensi naik. Hitungan ini di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp161,88 triliun dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000,” kata Sarman, Selasa (24/3/2026).

1. Perputaran uang akan tersebar di berbagai daerah

Kadin Prediksi Perputaran Uang Lebaran Capai Rp148 Triliun
Ilustrasi THR. IDN Times/Aan Pranata

Ia menjelaskan, perputaran uang tersebut diperkirakan akan tersebar di berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta sebagian ke wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

Menurut dia, belanja masyarakat selama Lebaran mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari transportasi, bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga konsumsi rumah tangga seperti makanan, pakaian, dan oleh-oleh. Selain itu, pengeluaran juga mencakup zakat, sedekah, hingga aktivitas wisata selama berada di kampung halaman.

“Artinya, perputaran uang hampir menyasar ke semua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idul Fitri 1447 H,” ujarnya.

2. Lonjakan konsumsi selama Lebaran diperkirakan naik 10-15 persen

Kadin Prediksi Perputaran Uang Lebaran Capai Rp148 Triliun
ilustrasi belanja (pexels.com/Max Fischer)

Dia menilai, momentum ini akan mendorong peningkatan omzet pelaku usaha, khususnya UMKM di daerah, seperti pedagang makanan, minuman, suvenir, hingga produk khas daerah. Lebih lanjut, Sarman menyebut lonjakan konsumsi rumah tangga selama Lebaran yang diperkirakan meningkat 10 persen–15 persen menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026 yang ditargetkan berada di kisaran 5,4 persen–5,5 persen.

Di sisi lain, dia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui jaminan ketersediaan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan gas, agar masyarakat tetap percaya diri dalam membelanjakan uangnya selama periode Lebaran

3. Stimulus ekonomi ikut kerek daya beli masyarakat

Kadin Prediksi Perputaran Uang Lebaran Capai Rp148 Triliun
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Di sisi lain, Sarman menilai berbagai stimulus ekonomi dari pemerintah menjadi faktor utama yang menjaga tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran tahun ini, yang mencakup diskon transportasi dengan anggaran Rp911,16 miliar, mulai dari kereta api, angkutan laut, penyeberangan hingga tiket pesawat kelas ekonomi.

Di samping itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen di sejumlah ruas utama di Jawa dan Sumatra. Kemudian, stimulus juga datang dari penyaluran tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negara dan pekerja swasta. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp65 triliun untuk ASN, TNI/Polri, dan pensiunan, sementara THR sektor swasta diperkirakan mencapai Rp124 triliun untuk 26,5 juta pekerja.

Sarman menambahkan kebijakan bonus hari raya bagi mitra ojek online dan kurir juga menambah perputaran uang sekitar Rp220 miliar untuk 850.000 penerima. Dia menyebut kombinasi berbagai kebijakan tersebut, termasuk penerapan work from anywhere (WFA), mendorong minat masyarakat untuk tetap melakukan perjalanan mudik.

“Berbagai stimulus dan kebijakan inilah yang mendorong minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Idulfitri 1447 H tahun ini tetap tinggi dan potensi perputaran uang sangat besar,” tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More