Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sukuk Tabungan ST016 Hadir untuk Diaspora: Investasi Aman dan Praktis
Ilustrasi Obligasi Syariah. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Pemerintah meluncurkan Sukuk Tabungan ST016 sebagai instrumen investasi syariah digital yang aman, dijamin negara, dan bisa dibeli mulai Rp1 juta oleh masyarakat termasuk diaspora.
  • ST016 ditawarkan mulai 8 Mei hingga awal Juni 2025 dengan imbal hasil sekitar 6–7 persen dan pajak lebih rendah, diharapkan menarik minat diaspora untuk berinvestasi di Indonesia.
  • Diaspora Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai penghubung investasi global guna memperkuat ekonomi syariah nasional melalui sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
7 Mei 2026

Deni Ridwan menyampaikan dalam Webinar EKSYAR Diaspora dan PPI bahwa teknologi mempermudah akses investasi syariah bagi masyarakat, termasuk diaspora. Ia menekankan pentingnya literasi keuangan dan mengajak diaspora berinvestasi melalui Sukuk Tabungan ST016.

8 Mei hingga awal Juni 2025

Pemerintah menawarkan Sukuk Tabungan ST016 kepada masyarakat, termasuk diaspora Indonesia. Instrumen ini memberikan imbal hasil kompetitif sekitar 6–7 persen dan dijamin oleh negara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah meluncurkan Sukuk Tabungan seri ST016 sebagai instrumen investasi syariah yang dijamin negara dan dapat diakses secara digital, ditujukan untuk masyarakat umum termasuk diaspora Indonesia di luar negeri.
  • Who?
    Kementerian Keuangan melalui Direktur Pembiayaan Syariah Deni Ridwan serta Sekretaris Jenderal IAEI Sutan Emir Hidayat menjadi pihak yang memperkenalkan dan mendorong partisipasi diaspora dalam investasi ST016.
  • Where?
    Kegiatan peluncuran dan sosialisasi dilakukan secara daring melalui Webinar EKSYAR Diaspora bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), dengan pusat kegiatan di Jakarta.
  • When?
    Sukuk Tabungan ST016 mulai ditawarkan pada 8 Mei hingga awal Juni 2025, sementara sosialisasi disampaikan pada Kamis, 7 Mei 2026.
  • Why?
    Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, memperluas basis investor syariah nasional, serta mengajak diaspora berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia melalui investasi aman dan kompetitif.
  • How?
    Masyarakat dapat membeli ST016 mulai dari Rp1 juta melalui platform digital menggunakan perangkat pribadi, dengan imbal hasil sekitar 6–7 persen dan pajak lebih rendah dibanding instrumen lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah mau orang Indonesia yang tinggal di luar negeri ikut nabung lewat Sukuk Tabungan ST016. Katanya ini aman, dijamin negara, dan bisa mulai dari uang sejuta pakai handphone. Pak Deni bilang sekarang orang bisa beli lebih mudah, tapi masih banyak yang belum paham cara investasinya. ST016 dijual bulan Mei sampai Juni tahun depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peluncuran Sukuk Tabungan ST016 mencerminkan langkah positif pemerintah dalam memperluas partisipasi ekonomi syariah melalui inovasi digital yang inklusif. Dengan nominal investasi terjangkau, imbal hasil kompetitif, dan jaminan negara, instrumen ini membuka peluang bagi diaspora untuk berkontribusi langsung pada pembangunan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar keuangan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah mendorong diaspora Indonesia berinvestasi di instrumen syariah nasional, salah satunya Sukuk Tabungan (ST) seri ST016. Instrumen ini dijamin negara dan bisa dibeli mulai Rp1 juta secara digital.

Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu, Deni Ridwan, mengatakan, teknologi mempermudah akses investasi syariah bagi masyarakat, termasuk diaspora. Tantangan utama saat ini bukan akses, melainkan literasi keuangan yang masih rendah.

“Investasi bisa dimulai dari Rp1 juta melalui perangkat pribadi, termasuk bagi diaspora di luar negeri,” kata Deni dalam Webinar EKSYAR Diaspora dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), Kamis (7/5/2026).

1. Sukuk tabungan 016 tawarkan imbal hasil kompetitif dan dijamin oleh negara

Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Deni mengakui, Indonesia tengah menghadapi tantangan tingkat inklusi keuangan lebih tinggi dibanding literasi. Artinya, masyarakat sudah memiliki akses terhadap instrumen keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami cara memanfaatkannya secara optimal.

Untuk itu, pemerintah tidak hanya mendorong edukasi, tetapi juga menghadirkan instrumen yang aman, mudah diakses, dan menguntungkan seperti Sukuk Tabungan ST016 yang menawarkan imbal hasil kompetitif, pajak lebih rendah, serta dijamin negara. Dengan digitalisasi, investasi kini dapat dilakukan mulai dari Rp1 juta melalui perangkat pribadi, termasuk oleh diaspora di luar negeri.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya diaspora, untuk mulai berinvestasi secara bertahap sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan nasional sekaligus membangun kemandirian finansial di masa depan,” ujar Deni Ridwan.

2. Sukuk tabungan 016 ditawarkan mulai 8 Mei hingga Juni

Ilustrasi Obligasi Syariah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Sukuk Tabungan ST016 akan ditawarkan mulai 8 Mei hingga awal Juni 2025. Instrumen ini dinilai kompetitif dengan imbal hasil sekitar 6–7 persen, pajak lebih rendah, serta dijamin negara sehingga berpotensi besar menarik minat diaspora.

Dengan kekuatan jejaring global dan potensi remitansi diaspora yang mencapai 850 miliar dolar AS per tahun, komunitas diaspora dianggap sebagai katalis penting untuk memperluas basis investor sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap Indonesia.

3. Diaspora Indonesia memiliki potensi besar sebagai global investment connector

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Sutan Emir Hidayat. (IDN Times/Indiana Malia)

Sekretaris Jenderal IAEI, Sutan Emir Hidayat, mengatakan, diaspora Indonesia memiliki potensi besar sebagai global investment connector dalam mendorong transformasi ekonomi syariah nasional, didukung jejaring global, kapasitas finansial, dan komitmen untuk berkontribusi bagi Tanah Air.

“Dengan kemudahan akses digital, kami mendorong diaspora untuk mulai berinvestasi dari diri sendiri secara konsisten, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas global agar ekonomi syariah Indonesia mampu tampil sebagai kekuatan yang lebih kompetitif di tingkat dunia,” ujar Sutan Emir.

Editorial Team