Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari hingga November 2025 mencatat surplus sebesar 38,54 miliar dolar AS.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini menyampaikan, surplus ditopang oleh kinerja sektor nonmigas yang mencatatkan surplus 56,15 miliar dolar AS, sementara sektor migas masih mengalami defisit 17,61 miliar dolar AS.
"Sepanjang Januari hingga November 2025, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar 38,54 miliar dolar AS atau naik sebesar 9,30 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).
