Ilustrasi asuransi kesehatan (freepik.com)
Selain menyiapkan finansial melalui tabungan dan investasi, agar rencana finansial tidak gagal, dibutuhkan suatu penyangga yang dapat menjaga stabilitas finansial saat kondisi tidak berjalan sesuai harapan.
Inilah pilar yang sering terlewat: proteksi diri. Banyak Gen Z fokus membangun aset dan mengajar pertumbuhan, tapi lupa bahwa risiko kesehatan bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja.
Gaya hidup yang serba cepat sering kali memicu pola hidup yang kurang sehat, seperti kurang tidur, stress, dan mengkonsumsi makanan cepat saji membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit kritis, seperti jantung, stroke, hingga kanker.
Ketika kondisi ini terjadi, penghasilan bisa terhenti sementara dan arus kas pun mulai terganggu. Pada akhirnya, rencana keuangan yang sudah disusun rapi bisa ikut goyah. Di sisi lain, biaya hidup seperti sewa rumah atau kos, cicilan kendaraan, hingga kebutuhan lain tetap harus berjalan.
Penyakit kritis membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit tanpa perlindungan yang tepat, tabungan maupun investasi bisa cepat habis hanya untuk menutup biaya medis. Itu sebabnya proteksi jiwa dan kesehatan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas finansial jangka panjang.