Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tarif Kereta Petani dan Pedagang Dipatok Rp3.000
Penampakan kereta petani dan pedagang (dok. KAI)

Intinya sih...

  • Kereta petani pedagang telah lewati tahap pengujian: Rangkaian kereta telah diuji untuk kelaikan dan keselamatan. Pengoperasian memperhatikan standar pelayanan minimum

  • Kereta petani pedagang beroperasi 1 Desember 2025: Layanan akan dioperasikan pada Commuter Line Merak. Terdiri dari tujuh perjalanan harian dengan kapasitas 73 tempat duduk

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direkrotat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) telah menyiapkan kucuran dana Public Service Obligation (PSO) guna memastikan harga tiket layanan kereta petani dan pedagang terjangkau oleh masyarakat.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA Kemenhub, Arif Anwar menyatakan, kucuran PSO juga jadi dukungan pihaknya agar pengoperasian kereta petani dan pedagang bisa berlangsung optimal. Adapun PSO adalah insentif berupa subsidi dari pemerintah melalui DJKA yang ditujukan untuk menekan tarif layanan kereta api sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat dengan harga terjangkau.

“Kami instruksikan kepada KAI Commuter melalui skema PSO untuk mematok tarif kereta petani dan pedagang pada harga Rp3.000 seperti tarif layanan Commuter Line Merak agar tidak memberatkan masyarakat,” kata Arif, Minggu (30/11/2025).

1. Kereta petani pedagang telah lewati tahap pengujian

Penampakan kereta petani dan pedagang (dok. KAI)

Arif menyebutkan, seluruh rangkaian kereta petani dan pedagang telah melalui tahapan pengujian guna menjamin kelaikan dari sarana yang akan dioperasikan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jasa layanan kereta api dan meminimalisir risiko yang mungkin timbul. 

Pengujian dilakukan juga untuk memastikan pengoperasian kereta petani dan pedagang ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum. 

“Kami mengapresiasi KAI Group atas inovasinya dalam meluncurkan layanan ini dan semoga Kereta Petani dan Pedagang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Arif.

2. Kereta petani pedagang beroperasi 1 Desember 2025

Penampakan kereta petani dan pedagang (dok. KAI)

Sebelumnya diberitakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI segera mengoperasikan kereta petani dan pedagang. Layanan tersebut rencananya akan dioperasikan pada perjalanan Commuter Line Merak mulai Senin (1/12/2025). Dalam pengoperasian perdananya, KAI Commuter memastikan petani dan pedagang sudah bisa langsung menikmati inovasi dari PT KAI tersebut.

“Pengoperasian layanan Kereta pedagang dan petani ini dirangkaikan pada Commuter Line Merak dengan kapasitas 73 tempat duduk. Setiap harinya akan tersedia tujuh perjalanan dari Merak dan tujuh perjalanan dari Rangkasbitung, sesuai dengan jadwal Commuter Line Merak saat ini,” tutur VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dalam pernyataan resminya, Minggu (30/11/2025).

3. Petani dan pedagang perlu registrasi terlebih dahulu

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno sebut perlu feeder untuk kereta petani pedagang di Banten (IDN Times/Muhamad Iqbal)

Sebelum menikmati layanan ini, pengguna kereta petani dan pedagang datang ke loket registrasi dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir registrasi untuk diverifikasi petugas terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kartu petani dan pedagang.

“Registrasi ini sudah bisa dilakukan sebelum jadwal hari keberangkatan dan pada saat akan menggunakan perjalanan kereta petani dan pedagang,” kata Karina.

Editorial Team