Jakarta, IDN Times - Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai kebijakan tarif resiprokal berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Josua, secara garis besar kebijakan tersebut lebih berisiko menekan pertumbuhan ketimbang mendorong ekspansi.
Ia menjelaskan, dampak tersebut berasal dari pelemahan ekspor akibat menurunnya permintaan global.
"Kalau implementasinya dominan memang akan bisa meningkatkan hambatan perdagangan. Karena dampak utamanya (tarif resiprokal) adalah berkaitan dengan lemahnya permintaan eksternal," ungkap Josua dalam Media Briefing Virtual Economic Review, Jumat (20/2/2026).
