Jakarta, IDN Times - Ekspor baja dan kendaraan listrik dari Korea Selatan (Korsel) ke Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada Juli 2025. Persentase penurunan ekspor baja ke AS mencapai 26 persen dibandingkan Juli 2024.
Penurunan volume ekspor baja ini menjadi yang terendah dalam 2,5 tahun terakhir. Dampaknya perusahaan baja di Korsel harus menurunkan harga ekspor dari 1.915 dolar AS (Rp31,1 juta) per ton pada 2022 menjadi 1.396 dolar AS (Rp22,7 juta) per ton pada Juli 2025.
Pada Juni, Presiden AS, Donald Trump sudah meningkatkan tarif kepada semua baja dan aluminium impor sebesar 50 persen. Washington dan Seoul juga sudah menyetujui penurunan tarif resiprokal menjadi 15 persen.