Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tips Memilih Produk Viral untuk Dijual di Marketplace
Ilustrasi jualan online (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Penjual disarankan melakukan riset tren berbasis data agar tahu produk viral yang benar-benar diminati pasar dan mengurangi risiko kerugian sejak awal.
  • Produk viral idealnya punya desain unik, fungsi menarik, mudah dikirim, serta berpotensi dipromosikan alami lewat konten kreator di media sosial.
  • Sebelum stok besar, lakukan uji pasar dan manfaatkan kolaborasi dengan influencer untuk validasi minat pembeli sekaligus memperluas jangkauan promosi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jualan di marketplace sekarang memang makin ramai. Banyak orang mulai tertarik mencari produk viral karena dinilai lebih cepat menarik perhatian pembeli. Namun, memilih produk yang tepat ternyata gak bisa asal ikut tren saja.

Kalau kamu salah pilih produk, modal bisa tertahan dan barang malah susah terjual. Karena itu, penting banget memahami cara serta tips memilih produk viral untuk dijual di marketplace. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa memanfaatkan tren untuk meningkatkan penjualan secara maksimal.

1. Riset tren dan data secara data-driven

Ilustrasi jualan online (pexels.com/MART PRODUCTION)

Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah melakukan riset tren. Jangan cuma melihat produk viral dari media sosial lalu langsung menjualnya. Kamu perlu memastikan apakah produk tersebut benar-benar punya permintaan tinggi atau cuma ramai sesaat.

Sekarang sudah banyak tools dan fitur marketplace yang bisa membantu kamu melihat produk yang sedang naik daun. Misalnya, fitur pencarian populer, kategori terlaris, sampai hashtag yang sering muncul di media sosial. Dari sini, kamu bisa mengetahui produk apa yang sedang dicari banyak orang.

Selain itu, perhatikan juga pola pasar. Produk viral biasanya mengalami peningkatan pencarian dalam waktu tertentu. Contohnya, saat musim hujan, produk seperti jas hujan atau penghangat ruangan bisa meningkat drastis. Dengan pendekatan data-driven, kamu jadi tidak sekadar menebak-nebak pasar. Cara ini penting supaya kamu punya dasar yang kuat sebelum membeli stok barang. Jadi, risiko kerugian juga bisa ditekan sejak awal.

2. Pilih produk dengan karakteristik “viral”

Ilustrasi jualan online (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Tidak semua produk bisa menjadi viral. Biasanya ada beberapa karakteristik tertentu yang membuat sebuah barang cepat menarik perhatian pengguna internet. Produk viral umumnya punya desain unik, fungsi menarik, atau mampu menyelesaikan masalah sehari-hari. Barang seperti alat dapur multifungsi, aksesori lucu, hingga produk kecantikan praktis sering lebih mudah mendapatkan perhatian publik.

Selain itu, produk yang mudah di-review juga punya peluang viral lebih besar. Banyak content creator suka membahas barang yang unik atau punya hasil yang memuaskan saat digunakan. Dari sinilah efek promosi gratis bisa muncul secara alami.

Kamu juga perlu memilih produk yang mudah dikirim dan tidak terlalu rentan rusak. Hal ini penting karena pembeli marketplace biasanya mengutamakan kepraktisan dan pengiriman cepat. Semakin simpel produk dikemas, semakin kecil risiko komplain dari pelanggan.

3. Analisis potensi keuntungan dan kompetisi

Ilustrasi jualan online (pexels.com/Cup of Couple)

Produk viral memang menarik, tetapi kamu tetap harus menghitung potensi keuntungan. Jangan sampai produk terlihat ramai, tetapi margin profitnya ternyata kecil banget. Coba bandingkan harga supplier dengan harga jual di marketplace. Hitung juga biaya tambahan seperti ongkir, kemasan, biaya admin platform, dan promosi. Dari situ, kamu bisa mengetahui apakah produk tersebut masih layak dijual atau tidak.

Selain profit, cek juga tingkat kompetisinya. Kalau sudah terlalu banyak penjual dengan harga perang, kamu harus punya strategi tambahan supaya tetap bisa bersaing. Misalnya, memberikan bonus kecil, pelayanan cepat, atau membuat foto produk yang lebih menarik.

Produk dengan persaingan rendah tetapi permintaan tinggi biasanya lebih menjanjikan. Karena itu, jangan cuma fokus pada produk yang sedang viral besar-besaran. Kadang produk niche justru lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

4. Validasi produk lewat uji pasar

Ilustrasi Facebook Marketplace (unsplash.com/Austin Distel)

Sebelum membeli stok dalam jumlah besar, ada baiknya kamu melakukan uji pasar terlebih dahulu. Cara ini penting untuk mengetahui apakah produk benar-benar diminati calon pembeli. Kamu bisa mulai dengan sistem pre-order atau menjual dalam jumlah kecil dulu. Dari sini, kamu dapat melihat respons pasar tanpa harus mengeluarkan modal besar. Kalau hasilnya bagus, barulah stok bisa ditambah secara bertahap.

Selain itu, manfaatkan fitur iklan marketplace atau media sosial untuk mengetes minat audiens. Perhatikan jumlah klik, komentar, dan pertanyaan dari calon pembeli. Data kecil seperti ini bisa membantu kamu menentukan apakah produk punya potensi berkembang.Banyak penjual gagal karena terlalu percaya diri membeli stok besar tanpa validasi pasar. Padahal tren internet bisa berubah sangat cepat dalam hitungan minggu saja.

5. Manfaatkan kolaborasi untuk meningkatkan penjualan

Ilustrasi jualan online (unsplash.com/Brooke Lark)

Strategi terakhir yang gak kalah penting adalah memanfaatkan kolaborasi. Di era media sosial seperti sekarang, promosi lewat kerja sama bisa membuat produk lebih cepat dikenal. Kamu bisa bekerja sama dengan influencer, afiliator, atau content creator yang sesuai dengan target pasar produkmu. Misalnya, produk kecantikan cocok dipromosikan oleh kreator beauty, sedangkan produk rumah tangga lebih cocok dibahas oleh akun keluarga atau tips harian.

Selain promosi, kolaborasi juga membantu meningkatkan kepercayaan pembeli. Produk yang sering muncul di media sosial biasanya lebih mudah dianggap terpercaya dan layak dibeli. Tidak harus langsung memakai kreator besar. Kamu bisa mulai dari micro influencer yang punya audiens aktif dan biaya promosi lebih terjangkau. Cara ini sering lebih efektif untuk penjual pemula yang ingin membangun pasar secara perlahan.

Menerapkan tips memilih produk viral untuk dijual di marketplace memang membutuhkan strategi yang matang. Kamu gak bisa hanya mengikuti tren tanpa riset dan perhitungan yang jelas. Dengan memahami data pasar, memilih produk yang tepat, menghitung potensi keuntungan, melakukan validasi, serta memanfaatkan kolaborasi, peluang sukses jualan online tentu bisa semakin besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team