Jakarta, IDN Times – Analis menyebut Garuda Indonesia (GIAA) akan menatap 2026 sebagai tahun akselerasi pemulihan kinerja, didorong penguatan struktur permodalan, konsolidasi operasional, dan disiplin transformasi yang dikawal Danantara Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas.
Analis UOB Kay Hian, Benyamin Mikael, menilai suntikan modal Rp23,67 triliun dari Danantara menjadi katalis utama yang memperbaiki fundamental perseroan sekaligus mempercepat pemulihan. Capital injection yang disetujui RUPSLB November 2025 mendorong ekuitas Garuda berbalik dari negatif menjadi positif.
"Perbaikan struktur neraca ini membuka peluang Garuda keluar dari mekanisme Full Call Auction (FCA) Bursa Efek Indonesia pada Maret 2026," ujar Benyamin dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
