ilustrasi orangtua (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Fenomena besar lain yang sedang terjadi adalah Great Wealth Transfer, yaitu perpindahan aset dari generasi baby boomer ke generasi berikutnya hingga tahun 2048. Dalam proses ini, hampir 100 miliar dolar aset diperkirakan akan diwariskan kepada ahli waris, termasuk properti. Situasi ini bisa memberi peluang baru bagi generasi muda.
Banyak ahli waris kemungkinan akan menjual properti warisan lalu menggunakan hasilnya sebagai uang muka rumah pilihan mereka sendiri. Meski dampaknya terhadap pasar masih belum pasti, perubahan ini berpotensi menjadi salah satu pintu masuk baru menuju kepemilikan rumah. Situasi ini juga bisa membantu sebagian generasi muda yang selama ini kesulitan mengumpulkan dana awal pembelian properti.
Melihat tren properti di Amerika Serikat, jelas bahwa Gen Z dan milenial menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibanding baby boomer. Harga rumah yang tinggi, bunga KPR mahal, serta perubahan gaya hidup membuat perjalanan membeli rumah terasa lebih panjang. Meski begitu, bukan berarti mimpi punya rumah harus ditinggalkan.
Kuncinya ada pada strategi, kesabaran, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi pasar. Kadang kamu memang harus menyesuaikan ekspektasi sebelum mencapai tujuan besar itu. Rumah pertama mungkin gak langsung ideal, tapi tetap bisa menjadi langkah awal menuju kestabilan finansial jangka panjang.