Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono usai rapat bersama Komisi IV DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol)
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono usai rapat bersama Komisi IV DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol)

Intinya sih...

  • Anggaran pembangunan kapal bersumber dari pinjaman luar negeri Inggris

  • Prabowo mendapat dukungan Inggris untuk membangun 1.500 kapal ikan

  • Pembangunan 1.500 kapal ikan bertujuan meningkatkan produksi perikanan dan kesejahteraan nelayan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono membalas tudingan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terkait anggaran kapal yang sudah cair, tetapi belum ada realisasinya.

Dalam sebuah video yang beredar dan diketahui dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Purbaya heran anggaran dari pihaknya sudah cair, tetapi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum melakukan pemesanan ke industri galangan belum juga menerima pesanan.

Atas pernyataan itu, Trenggono menyuruh Purbaya untuk memeriksa apakah benar anggaran itu sudah dikucurkan.

"Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar gak itu uang kapal sudah dikucurkan?" kata Trenggono dalam unggahan Instagram pribadinya (@swtrenggono), dikutip Selasa (10/2/2026).

1. Anggaran merupakan pendanaan Inggris

Ilustrasi Bendera Inggris. (unsplash.com/ Lawrence Krowdeed)

Trenggono pun menjelaskan, proyek pembangunan kapal yang dimaksud Purbaya sejatinya mendapatkan anggaran berupa kredit dari Inggris.

"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," kata Trenggono.

2. Prabowo sampaikan dukungan Inggris atas pembangunan 1.500 kapal ikan

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Minggu (8/2/2026). (dok. YouTube Sekretariat Presiden)

Sebelumnya diberitakan, pada sektor maritim, Prabowo mengungkapka bahwa Inggris menyatakan dukungan terhadap rencana besar Indonesia untuk membangun 1.500 kapal ikan sebagai bagian dari investasi masif di sektor kelautan dan perikanan.

“Di bidang maritim mereka akan mendukung rencana kita membangun pertama 1.500 kapal ikan, karena kita mau besar-besaran investasi itu,” ujar Prabowo.

3. Tujuan pembangunan 1.500 kapal ikan

Foto puluhan kapal ikan yang bersandar di pesisir Pantai Lawata (IDN Times/Juliadin)

Program tersebut, menurut Prabowo, tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memperbaiki kesejahteraan desa-desa nelayan, meningkatkan kualitas hidup nelayan, serta mendorong peningkatan konsumsi protein masyarakat Indonesia.

Presiden menuturkan, sektor maritim memiliki peran strategis bagi Indonesia, mengingat sekitar tiga perempat wilayah Indonesia merupakan lautan dan konsumsi protein masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Editorial Team