ilustrasi logo Warner Bros. Discovery (unsplash.com/Dmitry Kropachev)
Masa depan WBD saat ini menjadi pusat persaingan dua visi finansial yang sangat kontras antara Netflix dan Paramount Skydance. Netflix telah mengajukan tawaran senilai 82,7 miliar dolar AS (Rp1,3 kuadriliun) yang telah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi WBD, di mana rencana tersebut mencakup akuisisi aset premium seperti studio film Warner Bros, HBO, dan layanan streaming HBO Max, sementara jaringan kabel linier akan dipisahkan menjadi entitas baru bernama Discovery Global.
Dalam kesaksiannya, Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, berargumen bahwa merger ini akan menciptakan efisiensi ekonomi yang memberikan keuntungan bagi publik.
"Bersama WBD, kami akan menciptakan lebih banyak pertumbuhan ekonomi dan lebih banyak nilai bagi konsumen. Kami akan memberikan lebih banyak konten kepada konsumen dengan biaya lebih rendah," ujar Sarandos, dilansir Cord Cutters News.
Di sisi lain, Paramount Skydance di bawah pimpinan CEO David Ellison mengajukan tawaran tunai penuh yang jauh lebih besar senilai 30 dolar AS (Rp503,5 ribu) per saham, sehingga nilai valuasi total perusahaan mencapai 108,4 miliar dolar AS (Rp1,8 kuadriliun). Tawaran masif ini didukung oleh paket pembiayaan besar, termasuk jaminan pribadi yang tidak dapat ditarik kembali senilai 40,4 miliar dolar AS (Rp678 triliun) dari Larry Ellison guna menutupi komponen ekuitas.
David Ellison menegaskan keseriusannya untuk mengakuisisi seluruh aset WBD secara utuh, termasuk unit CNN dan saluran olahraga yang ditinggalkan dalam rencana Netflix.
Namun, dewan direksi WBD secara tegas menolak tawaran Paramount Skydance tersebut dengan alasan adanya risiko finansial yang ekstrem, serta menyebut proposal itu tidak memadai dan penuh ketidakpastian. Dewan menyoroti bahwa struktur kesepakatan Paramount akan membebani perusahaan gabungan dengan utang sekitar 87 miliar dolar AS (Rp1,4 kuadriliun) yang menciptakan rasio leverage hingga 7x EBITDA, sebuah kondisi yang dianggap sangat berbahaya bagi keberlangsungan jangka panjang perusahaan.
Selain itu, daya tarik tawaran Paramount semakin tergerus oleh adanya kewajiban WBD untuk membayar biaya pembatalan kontrak sebesar 2,8 miliar dolar AS (Rp46,9 triliun), jika mereka memutuskan untuk mengakhiri kesepakatan yang telah berjalan dengan Netflix.