Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Netflix Jelaskan Rencana Akuisisi Warner Bros di Senat AS

Netflix Jelaskan Rencana Akuisisi Warner Bros di Senat AS
Netflix (unsplash.com/freestocks)
Intinya sih...
  • Senator Mike Lee khawatir Netflix akan mendominasi pasar
  • Kekhawatiran terhadap PHK pasca merger media
  • Sidang dengar pendapat meluas ke isu konten dan kredibilitas peninjauan pemerintah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Co-CEO Netflix, Ted Sarando hadir dalam sidang dengar pendapat di Senat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/2/2026) untuk menjelaskan rencana akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) senilai 82,7 miliar dolar AS (Rp1,3 kuadriliun). Sidang ini digelar di subkomite antitrust Senat dan dipimpin Senator Mike Lee, dengan Sarandos serta pejabat WBD, Bruce Campbell, dijadwalkan memberikan keterangan terkait implikasi transaksi terhadap pasar streaming.

Dalam sidang tersebut, para senator menyoroti apakah penggabungan Netflix dengan aset WBD berpotensi mengurangi persaingan, mempersempit pilihan konsumen, dan mengubah dinamika harga serta akses konten di industri hiburan digital. Kekhawatiran juga mencakup potensi dampak terhadap pekerja dan ekosistem produksi film atau televisi, mengingat konsolidasi media sebelumnya kerap diikuti pengetatan biaya.

Table of Content

1. Mike Lee pertanyakan risiko dominasi pasar dalam rencana akuisisi WBD

1. Mike Lee pertanyakan risiko dominasi pasar dalam rencana akuisisi WBD

Sidang dengar pendapat di Senat AS dipimpin Senator Mike Lee yang membuka sesi dengan kekhawatiran bahwa Netflix, jika mengakuisisi aset streaming dan studio WBD berpotensi berhenti bersaing dengan layanan yang kini menjadi rivalnya. Lee menilai perusahaan gabungan akan memiliki insentif dan kemampuan untuk menempatkan pesaing pada posisi yang dirugikan dan hal itu dapat semakin mengokohkan dominasi Netflix.

Sorotan tersebut muncul ketika transaksi masih berada dalam proses peninjauan antimonopoli oleh pemerintah AS. Menjawab kekhawatiran itu, co-CEO Netflix, Ted Sarandos menegaskan, Netflix memandang penggabungan sebagai cara memperkuat nilai layanan bagi pelanggan.

“Dengan WBD, kami akan menciptakan lebih banyak pertumbuhan ekonomi dan lebih banyak nilai bagi konsumen. Konsumen akan mendapatkan lebih banyak konten dengan biaya lebih rendah,” ujar Sarandos, dilansir The Guardian.

Di luar persidangan, Netflix juga menegaskan posisi resminya melalui pernyataan korporasi kepada investor. Sarandos bersama co-CEO Netflix lainnya, Greg Peters, menyampaikan bahwa dewan WBD tetap mendukung kesepakatan Netflix dan menilainya sebagai proposal yang akan memberikan nilai terbesar bukan hanya bagi pemegang saham, tetapi juga bagi konsumen, kreator, dan industri hiburan yang lebih luas.

2. Kekhawatiran PHK jika terjadi merger media

Kekhawatiran utama lain yang mengemuka dalam sidang adalah potensi efisiensi biaya pasca merger yang dapat berujung pada pengurangan tenaga kerja, mengingat konsolidasi di sektor media kerap diikuti restrukturisasi. Menanggapi isu tersebut Sarandos menyatakan komitmen operasional perusahaan.

“Kami akan mengoperasikan studio Warner Bros sebagian besar seperti hari ini,” ujarnya.

Sarandos juga mengakui bahwa catatan historis menunjukkan banyak merger media tidak berdampak positif bagi pekerja.

“Kebanyakan merger media berjalan buruk. Namun merger media ini akan berbeda, karena kami benar-benar membutuhkan orang-orang ini,” ujar Sarandos, dilansir Fox Business.

Sejumlah anggota Senat menekankan bahwa meski Senat tidak memiliki kewenangan langsung untuk menghentikan akuisisi, forum dengar pendapat digunakan untuk menuntut penjelasan rinci mengenai dampak kesepakatan bagi konsumen, pekerja, dan kompetitor, sebelum keputusan akhir ditentukan melalui mekanisme penilaian regulator.

3. Perdebatan sidang meluas ke isu konten hingga kredibilitas peninjauan pemerintah

Selain memeriksa dampak akuisisi terhadap persaingan, sidang dengar pendapat di Senat AS juga berkembang menjadi perdebatan mengenai konten Netflix dan nilai yang diterima pelanggan. Sejumlah senator dari Partai Republik mempertanyakan apakah Netflix mendorong narasi ideologis tertentu melalui program-programnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Sarandos menegaskan,Netflix tidak punya agenda apa pun, seraya menjelaskan Netflix menyediakan beragam cerita untuk beragam preferensi penonton.

Isu lain yang dibahas adalah proses peninjauan antimonopoli dan akuntabilitas pemerintah dalam memeriksa kelayakan merger. Senator Cory Booker menekankan pentingnya pengumpulan informasi oleh Senat, sekaligus menyatakan keraguannya terhadap fairness evaluasi pemerintah.

Menanggapi isu kredibilitas penilaian regulator, Sarandos menyatakan keyakinannya bahwa pemeriksaan akan dilakukan secara objektif. Ia mengatakan, peninjauan akan dijalankan berdasarkan substansi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Rapat Tertutup dengan DPR, Danantara Bahas Penyesuaian Jumlah BUMN

04 Feb 2026, 19:05 WIBBusiness