Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Uni Eropa Segera Sahkan Aturan Dagang demi Menghindari Tarif Mobil AS
bendera uni eropa (unsplash.com/ALEXANDRE LALLEMAND)
  • Uni Eropa mempercepat pembahasan aturan dagang dengan AS untuk mencegah tarif mobil 25 persen yang direncanakan Presiden Donald Trump akibat belum dijalankannya kesepakatan sebelumnya.
  • Sebagian besar negara anggota UE, terutama Jerman, mendesak agar parlemen segera mengesahkan aturan tersebut karena khawatir dampak ekonomi dari kenaikan tarif mobil buatan Eropa.
  • Parlemen Eropa dan pemerintah negara anggota masih berbeda pendapat soal syarat pelindung dalam kesepakatan, sehingga perundingan tambahan kemungkinan diperlukan bulan depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Negara-negara Uni Eropa (UE) mendorong percepatan pelaksanaan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang telah disetujui pada tahun lalu. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kenaikan tarif pajak mobil yang kembali dibahas oleh Presiden AS, Donald Trump.

Perwakilan Parlemen Eropa dan Dewan UE dijadwalkan melanjutkan perundingan pada Rabu (6/5/2026) untuk menyelesaikan aturan penurunan pajak masuk untuk barang industri dari AS. Meski begitu, parlemen ingin menambahkan beberapa syarat pelindung sebelum menyetujui aturan tersebut.

1. Penundaan pengesahan aturan dan rencana kenaikan tarif mobil

Presiden Donald Trump pada Jumat (1/5/2026) menyatakan akan menaikkan tarif mobil dan truk buatan UE menjadi 25 persen dalam satu minggu ke depan. Hal ini karena UE dinilai belum menjalankan kesepakatan yang ditandatangani di resor Turnberry, Skotlandia, pada Juli 2025. Sampai sekarang, UE belum menghapus pajak masuk untuk barang industri impor dari AS seperti yang sudah disepakati sembilan bulan lalu.

Aturan hukum yang diperlukan untuk menurunkan tarif tersebut sudah dua kali ditunda oleh Parlemen Eropa. Penundaan pertama terjadi setelah Trump berencana memberikan tarif baru kepada negara-negara Eropa yang menolak rencananya membeli Greenland. Penundaan kedua terjadi setelah AS menerapkan pajak masuk yang baru. Situasi ini membuat kesepakatan yang awalnya diharapkan cepat berlaku menjadi tertahan di parlemen.

"Perilaku Trump tidak bisa diterima," kata Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, Bernd Lange, dilansir Yahoo Finance.

Ia menegaskan, sikap AS tersebut justru memperkuat alasan perlunya syarat pelindung yang lebih ketat di dalam aturan yang sedang dibahas.

2. Dorongan agar aturan segera disahkan oleh parlemen dan negara anggota

Sebagian besar negara anggota UE ingin Parlemen dan Dewan cepat sepakat agar bagian UE dalam perjanjian dagang itu bisa segera dijalankan. Para wakil negara mengatakan, dorongan ini semakin kuat setelah Trump kembali membahas rencana kenaikan tarif.

"Amerika sudah menyelesaikan bagian mereka, sementara Eropa belum. Karena itu, saya berharap kita bisa mencapai kesepakatan secepat mungkin," kata Kanselir Jerman, Friedrich Merz, dilansir The Star.

Hal ini disuarakan karena Jerman menjadi negara yang paling terkena dampak jika tarif mobil dinaikkan. Ketua Fraksi Partai Rakyat Eropa (EPP), Manfred Weber, juga meminta agar perundingan segera diselesaikan. Tujuannya agar parlemen bisa memberikan persetujuan pada akhir bulan ini, walaupun dia mengakui target waktu tersebut cukup berat untuk dicapai.

3. Perbedaan pendapat tentang syarat pelindung

Parlemen Eropa menginginkan beberapa syarat pelindung yang lebih kuat. Syarat itu antara lain penundaan kesepakatan jika AS tidak mematuhi aturan, pemberlakuan potongan tarif yang bergantung pada sikap AS, serta penghentian seluruh keringanan tarif dari UE pada 31 Maret 2028.

Namun, pemerintah negara-negara UE sejauh ini belum sepenuhnya setuju dengan syarat-syarat tersebut. Seorang perwakilan UE mengungkapkan bahwa kedua belah pihak masih sulit mencapai kesepakatan dan kemungkinan butuh perundingan tambahan pada bulan depan.

Ignacio García Bercero, peneliti di lembaga Bruegel yang pernah memimpin perundingan dagang UE, menilai rencana kenaikan tarif dari Trump adalah cara untuk mendesak UE agar segera sepakat.

"UE harus mengambil waktu yang diperlukan, tidak boleh menyerah pada tekanan atau ikut memanaskan suasana," kata Bercero.

Ia juga menambahkan, tekanan seperti itu justru bisa memberikan hasil yang buruk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team