Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif, tetapi berpotensi ditutup menguat pada level Rp15.460 hingga Rp15.560 per dolar AS.
Potensi menguatnya rupiah ditopang oleh sentimen positif ekonomi Indonesia yang mendorong pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan berada di atas 5 persen.
"Misalnya pertumbuhan ekonomi masih di kisaran 5 persen atau lebih tinggi dari rata-rata global yang hanya 2,9 persen. Kemudian, inflasi masih di angka 2,86 persen atau masih di bawa tingkat inflasi global 7,2 persen," jelas Ibrahim dalam keterangannya.
Di samping itu, beberapa indikator lain menjadi alasan di balik optimisme pemerintah. Mulai dari naiknya tingkat penyerapan tenaga kerja nasional, yakni 4,5 juta orang dari Agustus 2022 ke Agustus 2023, laju PMI manufaktur di level ekspansif yakni 51,7, surplus neraca dagang 43 bulan berturut-turut, serta Indeks Keyakinan Konsumen November 2023 di angka 123,6.