Tesla menghadapi tantangan besar di pasar Eropa setelah mencatatkan penurunan registrasi kendaraan sebesar 27 persen sepanjang 2025, dengan total penjualan hanya 236.357 unit. Penurunan ini dipicu oleh lini produk perusahaan yang dinilai mulai menua dan kurangnya variasi model baru untuk bersaing dengan inovasi produsen tradisional. Meskipun Tesla Model Y tetap menjadi model tunggal terlaris, volume penjualannya di pasar utama seperti Jerman merosot hingga 48 persen, yang mengindikasikan adanya kejenuhan konsumen terhadap pilihan model yang terbatas.
Selain faktor produk, sentimen negatif masyarakat terhadap keterlibatan politik Elon Musk turut memperburuk reputasi merek dan loyalitas pelanggan di Eropa. Kondisi ini memberikan celah bagi kompetitor untuk menarik segmen pasar yang lebih peduli pada nilai-nilai sosial perusahaan.
"Meskipun perbedaan antara total penjualan bulanan kedua merek tersebut mungkin terlihat kecil, namun implikasinya sangat luar biasa bagi industri. Ini merupakan momen bersejarah bagi pasar mobil Eropa, mengingat Tesla telah memimpin pasar kendaraan listrik selama bertahun-tahun," ujar Felipe Munoz, Global Analyst di JATO Dynamics, dilansir Global Banking and Finance.
Ketidakmampuan Tesla untuk segera meluncurkan penyegaran model atau varian yang lebih terjangkau membuat perusahaan kehilangan daya tarik di mata konsumen yang semakin rasional. Akibatnya, Tesla mencatatkan penurunan pendapatan tahunan sebesar 3 persen pada 2025.