Jakarta, IDN Times – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan, pembangunan nasional tidak hanya berkutat pada proses membangun infrastruktur, melainkan juga harus memperhatikan tantangan besar yang dihadapi, yakni perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, dan pendanaan yang berkelanjutan.
Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti mengatakan, perubahan iklim menjadi ancaman nyata yang tidak bisa diabaikan dalam setiap program pembangunan.
“Kalau kita melakukan pembangunan tanpa memperhatikan alam dan lingkungan, maka akan timbul kerusakan. Kita khawatir kalau pohon terus ditebang, air tidak dijaga, lalu kita sulit melakukan penanaman kembali. Apalagi sekarang, perubahan iklim semakin nyata dan harus diperhatikan,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Indonesia Summit 2025 by IDN Times di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Selain faktor lingkungan, persoalan pendanaan juga menjadi tantangan besar. Dengan adanya keterbatasan anggaran negara, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBN.
“Kalau uang kita tidak terbatas, tentu pembangunan bisa lebih banyak. Tapi kenyataannya terbatas, jadi kita harus berhemat. Jangan sampai pembangunan dilakukan dengan boros,” ujarnya.
Sebagai solusi, pihaknya mendorong pemanfaatan alternatif pendanaan lain, melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU/PPP), dana Corporate Social Responsibility (CSR), maupun bentuk kolaborasi lainnya.
“Pendanaan pembangunan tidak harus sepenuhnya dari APBN. Kita bisa kolaborasikan dengan KPBU, CSR, dan sebagainya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur pascapembangunan. Tanpa pengelolaan yang baik, hasil pembangunan akan cepat rusak dan tidak termanfaatkan secara optimal.
“Pembangunan itu mudah. Tetapi setelah membangun, harus ada pihak yang melakukan pemeliharaan. Kalau tidak dikelola, pembangunan itu bisa rusak lagi. Jadi kelembagaan yang mengurus ini perlu diperhatikan,” tuturnya.
Diana mengingatkan agar setiap fasilitas yang sudah terbangun dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Daerah banyak mengusulkan pembangunan. Tapi setelah dibangun, harus dikelola dan dimanfaatkan, jangan sampai terbengkalai,” katanya.
Dengan memperhatikan aspek lingkungan, pendanaan yang berkelanjutan, serta pengelolaan infrastruktur, pemerintah berharap pembangunan nasional benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air.
Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.